Penerapan Teknologi Biofilter Aerob dalam Menurunkan Kadar COD, Amonia (NH3), dan TSS pada Air Limbah Buangan Teripang

Puspitasari, Anindita Berliana (2026) Penerapan Teknologi Biofilter Aerob dalam Menurunkan Kadar COD, Amonia (NH3), dan TSS pada Air Limbah Buangan Teripang. Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.

[img] Text (COVER)
21034010002.-cover.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB 1)
21034010002.-bab1.pdf

Download (525kB)
[img] Text (BAB 2)
21034010002.-bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2028.

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
21034010002.-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2028.

Download (817kB)
[img] Text (BAB 4)
21034010002.-bab4.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2028.

Download (2MB)
[img] Text (BAB 5)
21034010002.-bab5.pdf

Download (306kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
21034010002.-daftarpustaka.pdf

Download (450kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
21034010002.-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Limbah cair dari industri pengolahan teripang skala rumah tangga yang sering dibuang langsung ke perairan mengandung kadar COD, Amonia (NH₃), dan Total Suspended Solid (TSS) yang melebihi baku mutu, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknologi biofilter aerob dengan dua jenis media berbeda, yaitu media alami kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis) dan media sintetis sarang tawon (honeycomb), dalam menurunkan kadar COD, amonia, dan TSS pada limbah cair teripang, serta mengkaji pengaruh variasi waktu kontak terhadap efisiensi penyisihannya. Penelitian diawali dengan karakterisasi limbah yang menunjukkan konsentrasi awal COD 6844 mg/L, TSS 540 mg/L dan amonia 55 mg/L, dilanjutkan dengan pre-treatment koagulasi-flokulasi menggunakan PAC dosis optimum 250 mg/L yang mampu menyisihkan 73% TSS, dan proses seeding serta aklimatisasi selama 28 hari untuk membentuk biofilm aktif. Penelitian utama dilakukan secara batch dengan pengambilan sampel pada interval 0, 6, 12, 18, dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media honeycomb lebih efektif menyisihkan TSS dengan efisiensi tertinggi 92% (konsentrasi akhir 15 mg/L) dan COD sebesar 88% (konsentrasi akhir 476 mg/L), karena struktur fisiknya yang optimal untuk filtrasi dan sedimentasi serta menyediakan luas permukaan yang besar bagi biofilm heterotrofik. Sebaliknya, media kijing air tawar jauh lebih unggul dalam menyisihkan amonia dengan efisiensi mencapai 96% (konsentrasi akhir 2,3 mg/L) dan COD sebesar 79%, karena berperan ganda sebagai filter feeder alami dan media pendukung yang ideal bagi aktivitas bakteri nitrifikasi. Analisis statistik korelasi Pearson mengonfirmasi bahwa waktu kontak memiliki hubungan sangat kuat dan signifikan terhadap efisiensi penyisihan ketiga parameter pada kedua jenis media (COD: r = 0,989 untuk kijing dan r = 0,952 untuk honeycomb; Amonia: r = 0,966 untuk kijing dan r = 0,993 untuk honeycomb; TSS: r = 0,984 untuk kijing dan r = 0,958 untuk honeycomb; seluruh p-value < 0,05). Disimpulkan bahwa penerapan biofilter aerob dengan media yang tepat berdasarkan karakteristik polutan (kijing air tawar untuk amonia dan honeycomb untuk TSS serta COD) serta waktu kontak yang cukup (24 jam) merupakan solusi efektif dan berkelanjutan untuk mengolah limbah teripang, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengolahan limbah industri perikanan skala kecil.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
UNSPECIFIEDMurti, Restu Hikmah AyuNIDN0016049303restu.hikmah.tl@upnjatim.ac.id
UNSPECIFIEDPriyadarsini, RossydaNIDN0019036710rossyda_p@upnjatim.ac.id
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Environmental Engineering
Depositing User: Anindita Berliana Puspitasari
Date Deposited: 22 Jul 2026 05:02
Last Modified: 22 Jul 2026 05:02
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57444

Actions (login required)

View Item View Item