PUTRA WICAKSONO, AURENO (2026) REPRESENTASI DISKRIMINASI ETNIS PADA FILM "PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI" (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (cover)
22043010176.-cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
22043010176.-bab1.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
22043010176.-bab2.pdf Restricted to Registered users only until 26 May 2029. Download (406kB) |
||
|
Text (BAB III)
22043010176.-bab3.pdf Restricted to Registered users only until 26 May 2029. Download (400kB) |
||
|
Text (BAB IV)
22043010176.-bab4.pdf Restricted to Registered users only until 26 May 2029. Download (915kB) |
||
|
Text (BAB V)
22043010176.-bab5.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22043010176.-daftarpustaka.pdf Download (311kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22043010176.-lampiran.pdf Restricted to Registered users only until 2029. Download (690kB) |
Abstract
Film merupakan media komunikasi massa yang mampu menggambarkan kenyataan sosial sekaligus berfungsi sebagai alat penyampai nilai-nilai tertentu. Penelitian ini mengangkat topik mengenai representasi diskriminasi etnis dalam film “Pengepungan di Bukit Duri” (2025) karya sutradara Joko Anwar. Film ini dipilih karena secara tajam memotret fenomena ketegangan sosial, prasangka, dan eskalasi kekerasan antarkelompok dalam lingkup institusi pendidikan yang terisolasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana diskriminasi etnis direpresentasikan melalui analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika model Roland Barthes. Metode ini diterapkan dengan membedah tanda-tanda visual dan audio melalui dua tahap signifikasi, yakni denotasi untuk melihat fakta fisik yang tampak dan konotasi untuk mengungkap makna ideologis di balik simbol tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam terhadap potongan adegan (shots) dan dialog film serta studi pustaka terkait isu etnisitas.Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama diskriminasi. Pertama, diskriminasi verbal yang ditunjukkan melalui label negatif seperti sebutan “Babi” dan “Geng Babi” untuk mendehumanisasi etnis Tionghoa. Kedua, diskriminasi non-verbal yang dimanifestasikan melalui tindakan kekerasan fisik brutal, pengucilan sosial di sekolah, penyekapan di ruang terisolasi, hingga gestur intimidasi seperti tatapan kebencian dan perusakan properti pribadi. Sebagai kesimpulan, film ini merepresentasikan bahwa diskriminasi tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi diproduksi sistematis melalui bahasa dan simbol visual untuk mengonstruksi minoritas sebagai "kambing hitam", yang pada akhirnya memperkuat kebencian identitas dan menghancurkan nilai kemanusiaan. Kata Kunci: Film, Diskriminasi Etnis, Semiotika Roland Barthes.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication | ||||||||
| Depositing User: | Aureno Aureno Putra Wicaksono | ||||||||
| Date Deposited: | 26 May 2026 07:45 | ||||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 08:25 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/52808 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
