Pendekatan Sirkular Ekonomi dalam Pemanfaatan Limbah Proses Pemurnian Cl2 menjadi Tawas

Pradana, Brayan Multirizky (2026) Pendekatan Sirkular Ekonomi dalam Pemanfaatan Limbah Proses Pemurnian Cl2 menjadi Tawas. Masters thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.

[img] Text (COVER)
24065020008.-cover.pdf

Download (986kB)
[img] Text (BAB 1)
24065020008.-bab1.pdf

Download (155kB)
[img] Text (BAB 2)
24065020008.-bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (408kB)
[img] Text (BAB 3)
24065020008.-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (300kB)
[img] Text (BAB 4)
24065020008.-bab4.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (446kB)
[img] Text (BAB 5)
24065020008.-bab5.pdf

Download (195kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
24065020008.-daftarpustaka.pdf

Download (273kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
24065020008.-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (962kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah asam sulfat (H₂SO₄) hasil proses pemurnian gas klorin sebagai bahan baku pembuatan tawas (Al₂(SO₄)₃) melalui reaksi dengan aluminium hidroksida (Al(OH)₃) serta mengevaluasi penerapan konsep ekonomi sirkular. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi berat Al(OH)₃ dan kecepatan pengadukan, kemudian produk dianalisis berdasarkan kandungan Al₂O₃ menggunakan metode titrasi kompleksometri dan dikonfirmasi dengan X-Ray Fluorescence (XRF), karakteristik fisik, neraca massa, potensi ekonomi, serta indikator Recycling Rate (RC) dan Circularity Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada penggunaan Al(OH)₃ sebanyak 300 gram dan kecepatan pengadukan 150 rpm dengan kandungan Al₂O₃ sebesar 18,21% berdasarkan titrasi dan 17,40% berdasarkan XRF, serta kandungan Fe sebesar 0,01%. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang padat, homogen, dan stabil. Analisis neraca massa menunjukkan bahwa simulasi pemanfaatan 300 liter limbah H₂SO₄ 70% mampu menghasilkan sekitar 391 kg tawas, sedangkan pada skala industri penggunaan 5.000 liter limbah H₂SO₄ per hari berpotensi menghasilkan sekitar 6.514 kg tawas per hari. Penerapan konsep ekonomi sirkular menghasilkan nilai Recycling Rate sebesar 80,9% dan Circularity Rate sebesar 72,8%, yang menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan limbah sebagai material sekunder. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah H₂SO₄ menjadi tawas layak diterapkan karena mampu mengurangi limbah B3, menekan biaya operasional, menghasilkan produk bernilai guna, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Kata kunci: limbah asam sulfat, aluminium sulfat, ekonomi sirkular, Recycling Rate, Circularity Rate, pemanfaatan limbah B3

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSAPUTRO, ERWAN ADINIDN0010048001erwanadi.tk.upnjatim.ac.id
Subjects: Q Science > QD Chemistry
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Master Degree in Environmental Engineering
Depositing User: Pradana Brayan Multirizky
Date Deposited: 21 Jul 2026 03:01
Last Modified: 21 Jul 2026 03:24
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/56584

Actions (login required)

View Item View Item