ANALISIS MULTI-TRACK DIPLOMACY YAMAN DALAM PENANGANAN TENTARA ANAK DI YAMAN TAHUN 2018-2021

Effendi, Indah Gita Dwi Cahyani (2026) ANALISIS MULTI-TRACK DIPLOMACY YAMAN DALAM PENANGANAN TENTARA ANAK DI YAMAN TAHUN 2018-2021. Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.

[img] Text (Cover)
22044010029_Indah Gita Dwi C. E._Cover.pdf

Download (884kB)
[img] Text (Bab I)
22044010029_Indah Gita Dwi C. E._Bab I.pdf

Download (397kB)
[img] Text (Bab II)
22044010029_Indah Gita Dwi C. E._Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 July 2029.

Download (536kB) | Request a copy
[img] Text (Bab III)
22044010029_Indah Gita Dwi C. E._Bab III.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 July 2029.

Download (539kB) | Request a copy
[img] Text (Bab IV)
22044010029_Indah Gita Dwi C. E._Bab IV.pdf

Download (284kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
22044010029_Indah Gita Dwi C. E._Dafpus.pdf

Download (456kB)

Abstract

Konflik bersenjata Yaman yang berlangsung sejak 2014 telah menimbulkan dampak serius bagi seluruh rakyat Yaman, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak yang menjadi korban praktik perekrutan dan penggunaan tentara anak. Fenomena keterlibatan tentara anak dalam konflik bersenjata Yaman menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip perlindungan anak dan warga sipil dalam Hukum Humaniter Internasional (HHI) serta Optional Protocol on the Involvement of Children in Armed Conflict (OPAC) mengenai larangan partisipasi anak dalam peperangan. Menurut laporan dari Kementrian HAM Pemerintah Yaman, sejak tahun 2014 hingga 2021, terdapat lebih dari 30.000 anak telah menjadi korban perekrutan tentara anak, meskipun pemerintah Yaman telah menandatangani perjanjian dengan PBB pada tahun 2018 untuk menghentikan praktik tersebut. Merespon masalah tersebut, dilakukan pendekatan multi-track diplomacy yang melibatkan berbagai aktor lintas jalur. Pada track 1 melibatkan pemerintah Yaman; track 2 meliputi organisasi internasional seperti ILO, UNICEF, World Bank, dan UNDP; track 3 berisi bank lokal yang mendukung pemulihan ekonomi tentara anak, track 4 melibatkan tokoh masyarakat Yaman; track 5 melalui kontribusi UNU-CPR dan SIPRI dalam melakukan riset berbasis kelompok terdampak konflik; track 6 berisi Mwatana for Human Rights, Human Rights Watch, dan Amnesty Internasional yang mendesak investigasi pelanggaran HAM; track 8 mengenai pendanaan oleh US Department of State - Bureau for Democracy di salah satu program, dan track 9 yang melibatkan Al Jazeera dan Associated Press sebagai media yang . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran setiap aktor multi-track diplomacy dalam menangani kasus tentara anak di Yaman pada periode 2018-2021, serta menilai kesesuaiannya dengan perspektif hukum humaniter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berdasar pada analisis dokumen resmi, laporan PBB mengenai Children and Armed Conflict, instrumen HHI, dan studi literatur terkait mengenai tentara anak. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan bahwa penanganan tentara anak di Yaman tidak hanya bergantung pada aktor negara saja, tetapi juga pada kerja sama antar aktor diplomasi sebagai faktor pendukung dalam upaya mewujudkan perlindungan anak. Kata Kunci: Multi-Track Diplomacy, Tentara Anak, Konflik Yaman, Hukum Humaniter Internasional, Perlindungan Anak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
UNSPECIFIEDSimatupang, Helga YohanaNIDK199105282024062002helgayohana.fisip@upnjatim.ac.id
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Departement of International Relations
Depositing User: Indah Gita Dwi Cahyani Effendi
Date Deposited: 20 Jul 2026 02:57
Last Modified: 20 Jul 2026 04:50
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/56032

Actions (login required)

View Item View Item