PUTRI, SAFIRA HILMINA (2026) Penyelesaian Wanprestasi Pada Perjanjian Sewa – Menyewa Kamar Kos Secara Lisan Di Kos X Surabaya. Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.
|
Text (COVER)
22071010004 - COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
22071010004 - BAB I.pdf Download (522kB) |
|
|
Text (BAB II)
22071010004 - BAB II.pdf Restricted to Repository staff only until 23 June 2029. Download (423kB) |
|
|
Text (BAB III)
22071010004 - BAB III.pdf Restricted to Repository staff only until 23 June 2029. Download (359kB) |
|
|
Text (BAB IV)
22071010004 - BAB IV.pdf Download (220kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22071010004 - DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (292kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22071010004 - LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 23 June 2029. Download (2MB) |
Abstract
Perjanjian sebagai dasar hubungan hukum dalam kehidupan masyarakat dapat dilakukan secara tertulis maupun lisan, di mana perjanjian lisan tetap sah menurut hukum, namun sering menimbulkan permasalahan terutama dalam hal pembuktian ketika terjadi wanprestasi. Dalam praktik sewa – menyewa kamar kos, seperti yang terjadi di Kos X Surabaya yakni Kos Petemon, penggunaan perjanjian lisan yang didasarkan pada kepercayaan justru berpotensi menimbulkan kerugian bagi pihak tertentu sehingga diperlukan kajian mengenai penyelesaian wanprestasi guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan perjanjian lisan dalam praktik sewa – menyewa kamar kos, serta menemukan upaya yang dapat dilakukan pemilik kamar kos dalam penyelesaian wanprestasi perjanjian sewa – menyewa kamar kos secara lisan di Kos X Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris dengan pendekatan sosio-legal. Hasil penelitian menunjukkan perjanjian sewa – menyewa kamar kos secara lisan tetap sah dan mengikat secara hukum, namun dalam praktiknya memiliki kelemahan dalam pembuktian serta berpotensi menimbulkan wanprestasi, sehingga penyelesaiannya lebih banyak dilakukan secara non-litigasi melalui pendekatan kekeluargaan. Dalam praktiknya, upaya penyelesaian tersebut dilakukan melalui pemberian teguran, musyawarah, hingga penghentian hubungan sewa apabila penyewa tidak menunjukkan itikad baik, sedangkan penggunaan jalur litigasi cenderung jarang dilakukan karena adanya kendala dalam pembuktian. Oleh karena itu, diperlukan adanya pencatatan atau perjanjian tertulis serta penyediaan sarana komunikasi yang efektif antara pemilik dan penyewa guna memperkuat kepastian hukum, mempermudah pembuktian, dan meminimalisir terjadinya wanprestasi maupun kesalahpahaman di kemudian hari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Law > Departement of Law | ||||||||
| Depositing User: | safira fira putri | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 02:06 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 02:06 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/54163 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
