IMPLEMENTASI UNFPA-UNICEF JOINT PROGRAMME DALAM UPAYA PENGHAPUSAN PRAKTIK FEMALE GENITAL MUTILATION (FGM) DI SENEGAL TAHUN 2018-2021

Septiarini, Venny (2026) IMPLEMENTASI UNFPA-UNICEF JOINT PROGRAMME DALAM UPAYA PENGHAPUSAN PRAKTIK FEMALE GENITAL MUTILATION (FGM) DI SENEGAL TAHUN 2018-2021. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img]
Preview
Text (Cover)
1904401004-cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
19045010054-bab1.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
19044010054-bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 May 2029.

Download (103kB)
[img] Text (BAB III)
19044010054-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 May 2029.

Download (182kB)
[img]
Preview
Text (BAB IV)
19044010054-bab4.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
19044010054-daftarpustaka.pdf

Download (25kB) | Preview

Abstract

Female Genital Mutilation (FGM) merupakan praktik pemotongan atau pelukaan sebagian kecil atau keseluruhan alat kelamin perempuan tanpa adanya alasan medis. Praktik ini merupakan isu kemanusiaan yang mendesak di Senegal. Urgensi penolakan praktik FGM didasar oleh dampak buruknya yang signifikan, baik berupa trauma psikologis maupun komplikasinya terhadap kesehatan bahkan dapat berujung pada kematian. Meski Pemerintah Senegal secara hukum telah melakukan pelarangan terhadap praktik ini melalui Law No.99-05, praktik FGM masih terus berlangsung di Senegal akibat mengakar kuatnya budaya, tekanan norma sosial, serta kekeliruan keyakinan yang mengaitkan praktik tersebut dengan kesucian seorang perempuan. Menanggapi situasi tersebut, UNFPA dan UNICEF bekerja sama dengan Pemerintah Senegal melalui program kemitraan dengan nama “UNFPA-UNICEF Joint Programme on the Elimination of Female Genital Mutilation: Accelerating Change Phase III”. Penelitian ini menggunakan teori Implementasi Organisasi Internasional dari Jutta Joachim dkk dalam bukunya yang berjudul International Organization and Implementation, menggunakan pendekatan manajemen yang berfokus pada tiga mekanisme yaitu monitoring, capacity building, dan problem solving. Dalam hal ini UNFPA dan UNICEF menggunakan tiga mekanisme tersebut dalam pengimplementasian programnya di Senegal yang berlangsung pada tahun 2018-2021.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRasyidah, ResaNIDN0731108602UNSPECIFIED
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Departement of International Relations
Depositing User: Venny Septiarini
Date Deposited: 26 May 2026 04:09
Last Modified: 26 May 2026 04:09
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/52625

Actions (login required)

View Item View Item