Faktor Pendorong Collaborative Governance dalam Pencapaian Target Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2028 di Kabupaten Sidoarjo

Arfitsani, Ahmad Nurrafi' (2026) Faktor Pendorong Collaborative Governance dalam Pencapaian Target Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2028 di Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (679kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (970kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (410kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (356kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (377kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (3MB)

Abstract

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) karena kompleksitas permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah yang menargetkan percepatan eliminasi TB 2028 membutuhkan keterlibatan berbagai aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendorong kolaborasi dalam penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Sidoarjo. Fokus penelitian meliputi tujuh faktor pendorong kolaborasi menurut Schöttle et al. (2014), yakni kesediaan berkompromi, komunikasi, komitmen, saling percaya, transparansi informasi, berbagi pengetahuan, dan kesediaan mengambil risiko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesediaan berkompromi, komunikasi, komitmen, saling percaya, dan transparansi informasi berada pada kategori tinggi. Kesediaan berkompromi terlihat dari kemampuan para aktor menyelesaikan perbedaan kepentingan melalui koordinasi lintas sektor dan penyesuaian cara kerja sesuai kewenangan masing-masing. Komunikasi berlangsung secara rutin melalui media formal maupun informal. Komitmen ditunjukkan melalui dukungan kebijakan dan keterlibatan aktif para aktor dalam pelaksanaan program. Saling percaya tercermin dari keyakinan terhadap peran masing-masing aktor dan keterbukaan komunikasi. Transparansi informasi dilakukan melalui pertukaran data dan informasi antar aktor. Sementara itu, faktor berbagi pengetahuan dan kesediaan mengambil risiko berada pada kategori sedang. Berbagi pengetahuan dilakukan melalui forum pelatihan, seminar, dan monev, namun keterlibatan aktor non-teknis dalam pelatihan belum merata. Kesediaan mengambil risiko hanya terlihat dari keberanian aktor teknis lapangan dalam menghadapi risiko sosial, kesehatan, dan beban kerja dalam pendampingan pasien TBC. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, secara umum kolaborasi yang terjadi sudah mampu mendukung pencapaian target eliminasi tuberkulosis tahun 2028 di Kabupaten Sidoarjo.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorWahyudi, Kalvin EdoNIP198902182025211056kalvinedo.adne@upnjatim.ac.id
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Public Administration
Depositing User: Ahmad Nurrafi' Arfitsani
Date Deposited: 19 May 2026 02:47
Last Modified: 19 May 2026 03:05
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/51878

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item