Riano, Abdul Fattaah Naufal (2026) PEMBUATAN ASAM BUTANOAT DARI CAMPURAN SAGU DAN TETES TEBU MENGGUNAKAN PROSES FERMENTASI BAKTERI CLOSTRIDIUM ACETOBUTYLICUM. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
21031010140.-cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
21031010140.-bab 1.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
21031010140.-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only until 1 March 2028. Download (2MB) |
||
|
Text (BAB III)
21031010140.-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only until 1 March 2028. Download (2MB) |
||
|
Text (BAB IV)
21031010140.-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only until 1 March 2028. Download (2MB) |
||
|
Text (BAB V)
21031010140.-bab 5.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
21031010140.-daftar pustaka.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Lampiran)
21031010140.-lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
INTISARI Produksi asam butanoat melalui pendekatan biologis menjadi isu strategis seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap bahan kimia terbarukan yang lebih berkelanjutan dibanding sintesis kimia konvensional. Fermentasi menggunakan Clostridium acetobutylicum dimanfaatkan karena mikroorganisme ini memiliki dua fase metabolisme khas, yaitu acidogenic yang menghasilkan asam butanoat dan solventogenic yang mengonversinya menjadi butanol. Penelitian ini menggunakan tetes tebu dan hidrolisat tepung sagu sebagai sumber karbon, di mana pati sagu terlebih dahulu dihidrolisis menggunakan enzim alfa-amilase agar menghasilkan glukosa yang mudah dimetabolisme, sementara tetes tebu menyediakan sukrosa, fruktosa, glukosa, serta nutrisi mikro yang mendukung pertumbuhan bakteri. Variasi rasio kedua bahan baku diuji bersama lamanya fermentasi untuk memahami bagaimana komposisi substrat dan durasi proses memengaruhi kestabilan fase acidogenic serta waktu terjadinya peralihan ke fase solventogenic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio substrat memainkan peran penting dalam menentukan laju fermentasi, aktivitas mikroba, dan stabilitas produksi asam butanoat. Hidrolisat sagu yang kaya glukosa cenderung mempercepat aktivitas acidogenic, sehingga semakin tinggi proporsinya, semakin kuat respons fermentasi yang terbentuk. Dari analisis GC-MS, rasio hidrolisat sagu:tetes tebu sebesar 3:1 memberikan kadar asam butanoat tertinggi, yaitu 86,14% pada 120 jam fermentasi, tanpa penurunan konsentrasi yang menandai belum terjadinya transisi ke fase solventogenic. Sebaliknya, rasio 1:1 menghasilkan puncak 67,09% pada 24 jam, namun cepat turun akibat dimulainya fase solventogenic. Temuan ini mengonfirmasi bahwa rasio 3:1 merupakan kondisi optimum untuk mempertahankan fase acidogenic dan memaksimalkan produksi asam butanoat, sekaligus menjelaskan hubungan antara komposisi substrat, waktu fermentasi, dan jalur metabolisme *C. acetobutylicum* dalam sistem fermentasi A.B.E
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry Q Science > QR Microbiology T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering T Technology > TP Chemical technology > TP500 Fermentation industries. Beverages. Alcohol |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||
| Depositing User: | Abdul Fattaah Naufal Riano | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 01:50 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Apr 2026 02:13 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/49930 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
