Laurentcya, Treyna Dara (2026) Optimasi Kandungan Senyawa Alkaloid dan Flavonoid dari Biji Alpukat dengan Pelarut Etanol Menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
21031010207-cover5.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (Bab 1)
21031010207-BAB 1.pdf Download (200kB) |
|
|
Text (Bab 2)
21031010207-BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2028. Download (512kB) |
|
|
Text (Bab 3)
21031010207-BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2028. Download (415kB) |
|
|
Text (Bab 4)
21031010207-BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2028. Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 5)
21031010207-BAB 5.pdf Download (249kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
21031010207-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (243kB) |
|
|
Text (Lampiran)
21031010207-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2028. Download (765kB) |
Abstract
Biji alpukat merupakan salah satu bagian dari tanaman alpukat yang jarang digunakan. Dalam biji alpukat mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid dan flavonoid yang memiliki banyak sekali manfaat seperti antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal kadar senyawa alkaloid dan flavonoid dari biji alpukat (Persea americana mill) yang dihasilkan dari ekstraksi metode maserasi dengan pelarut etanol berbasis “food grade” menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Variabel yang digunakan dalam proses meliputi waktu ekstraksi maserasi 1 - 5 hari dan rasio berat serbuk biji alpukat terhadap volume pelarut 1:10, 2:10, 3:10, 4:10, dan 5:10 (F/s). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi pada suhu ruang, dilanjutkan analisis kadar dan kandungan senyawa alkaloid dan flavonoid menggunakan metode Dragendroff dan Pb Asetat yang kemudian hasil kadarnya dilakukan optimasi menggunakan response surface methodology (RSM) serta konfirmasi kandungan senyawa dengan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kadar optimal pada senyawa alkaloid diperoleh sebesar 0,708718% pada hari ke – 4,98125 (5) dan rasio perbandingan 4,9125:10 F/s (5 F/s) serta pada senyawa flavonoid kadar optimal diperoleh sebesar 3,61419% pada hari ke – 4,9021 (5) dan rasio perbandingan 4,31341:10 F/s (4 F/s). Analisis dengan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS) digunakan untuk memvalidasi keberadaan dan kadar senyawa alkaloid dan flavonoid pada filtrat yang dihasilkan saat proses ekstraksi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering | ||||||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||||||
| Depositing User: | Treyna Dara Laurentcya | ||||||||||||
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 03:09 | ||||||||||||
| Last Modified: | 27 Feb 2026 03:09 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/49908 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
