FITRIA, ALFINA AFFA (2026) CORPORATE CRIMINAL LIABILITY TERHADAP KECELAKAAN LALU LINTAS OLEH TAKSI BERBASIS SELF-DRIVING. Undergraduate thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.
|
Text (COVER)
FINAL SKRIPSI ALFINA AFFA FITRIA-1-16.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
22071010002_BAB I.pdf Download (507kB) |
|
|
Text (BAB II)
22071010002_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only until 25 February 2029. Download (400kB) |
|
|
Text (BAB III)
22071010002_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only until 25 February 2029. Download (352kB) |
|
|
Text (BAB IV)
22071010002_BAB IV.pdf Download (256kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22071010002_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (296kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22071010002_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 25 February 2029. Download (3MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi di bidang transportasi khususnya pada penggunaan teknologi self-driving oleh taksi online menimbulkan permasalahan hukum baru mengenai pihak mana yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas kecelakaan lalu lintas yang melibatkan taksi berbasis self-driving. UU LLAJ sebagai pondasi peraturan dibidang transportasi belum mengakomodir kedudukan taksi berbasis self-driving hal ini lah yang menimbulkan kekosongan hukum apabila terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan self-driving. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penentuan korporasi sebagai subjek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan KUHP Nasional dan menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap kecelakaan oleh taksi berbasis self-driving. Metode penelitian yang digunakan yakni yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pembelajaran kasus, dan pendekatan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang memproduksi taksi self-driving dan/atau perusahaan penyedia layanan taksi online yang terbukti lalai hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat dimintai pertanggungjawaban pidana karena kedudukannya sebagai subjek hukum telah diakui oleh KUHP Nasional dan dapat menggunakan asas vicarious liability kemudian bentuk pertanggungjawaban yang dapat dibebankan kepada korporasi adalah penjatuhan pidana pokok, dan pidana tambahan. Meskipun demikian pembaruan UU LLAJ tetap harus dilakukan agar mengakomodasi perkembangan teknologi kendaraan self-driving. Kata kunci: Taksi Self-driving, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Vicarious Liability.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Law > Departement of Law | ||||||||
| Depositing User: | alfina affa fitria | ||||||||
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 07:11 | ||||||||
| Last Modified: | 27 Feb 2026 07:20 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/49825 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
