Ristudiyanto, Reva Lestari (2026) ANALISIS RESEPSI GEN Z TENTANG KESEPIAN PADA FILM ELIO (2025). Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.
|
Text (Cover)
22043010249.-cover.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (Bab 1)
22043010249.-bab1.PDF Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 2)
22043010249.-bab2.PDF Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 3)
22043010249.-bab3.PDF Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
22043010249.-bab4.PDF Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
22043010249.-bab5.PDF Download (1MB) |
|
|
Text (Daftar pustaka)
22043010249.-daftarpustaka.PDF Download (1MB) |
|
|
Text (Lampiran)
22043010249.-lampiran.PDF Restricted to Repository staff only until 2029. Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi Generasi Z (Gen Z) terhadap representasi kesepian dalam film animasi Elio (2025). Film ini menceritakan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang kehilangan kedua orang tua dan mengalami kondisi emosional rentan akibat kurangnya kedekatan emosional dengan bibinya, sehingga merasa tidak dipahami, terasing, dan ingin melarikan diri dari Bumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Resepsi Stuart Hall, melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan Gen Z yang telah menonton film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memaknai kesepian sebagai pengalaman emosional kompleks, bukan sekadar kesendirian fisik, melainkan keterasingan emosional akibat kehilangan figur orang tua, penolakan sosial, sedikit dukungan emosional, serta kebutuhan untuk diterima dan dipahami. Berdasarkan tiga posisi resepsi Hall, ditemukan bahwa 4 informan berada pada posisi dominant-hegemonic karena menerima pesan film secara utuh sesuai realita pengalaman mereka. 3 informan menempati posisi negotiated, yaitu menerima pesan utama namun menyesuaikan makna berdasarkan pengalaman pribadi dan penilaian kritis. 2 informan berada pada posisi oppositional karena menolak representasi kesepian yang dianggap terlalu dramatis atau kurang realistis. Penelitian ini juga menemukan implikasi berupa perubahan cara pandang, peningkatan kesadaran terhadap kesepian sebagai pengalaman wajar, serta pengurangan stigma bahwa kesepian identik dengan kelemahan atau fenomena negatif. Secara keseluruhan, resepsi Gen Z terhadap kesepian dalam Elio terbentuk melalui interaksi antara teks film, pengalaman personal, dan konteks sosial, menjadikan film ini sebagai media refleksi yang membentuk kesadaran dalam menyikapi kesepian di kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Resepsi, Kesepian, Generasi Z, Film
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87 Communication. Mass Media |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication | ||||||||
| Depositing User: | Reva Lestari | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 03:21 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2026 06:34 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57874 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
