PERANCANGAN STRATEGI GO-TO-MARKET (GTM) PRODUK MULTIFILAMEN ( BENANG JAHIT) PADA PASAR INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) (Studi Kasus: PT XYZ)

Sri Yulina, Kezia (2026) PERANCANGAN STRATEGI GO-TO-MARKET (GTM) PRODUK MULTIFILAMEN ( BENANG JAHIT) PADA PASAR INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) (Studi Kasus: PT XYZ). Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasioanl "Veteran" Jawa Timur.

[img] Text (Cover)
22032010231-cover.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Bab 1)
22032010231-bab1.pdf

Download (984kB)
[img] Text (Bab 2)
22032010231-bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (936kB)
[img] Text (Bab 3)
22032010231-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (627kB)
[img] Text (Bab 4)
22032010231-bab4.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (958kB)
[img] Text (Bab 5)
22032010231-bab5.pdf

Download (484kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
22032010231-dafpus.pdf

Download (368kB)
[img] Text (Lampiran)
22032010231-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (659kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi Go-To-Market (GTM) produk benang multifilamen PT Kerta Rajasa Raya pada pasar industri tekstil Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif mix methods dengan pendekatan SWOT dan Business Model Canvas (BMC). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, IE, SWOT, dan BMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Kerta Rajasa Raya memiliki kondisi internal dan eksternal yang cukup mendukung pengembangan pemasaran produk benang multifilamen. Analisis IFAS dan EFAS menghasilkan skor masing-masing sebesar 2,768 dan 2,70, yang menempatkan perusahaan pada Sel V Matriks IE dengan posisi hold and maintain. Kekuatan utama perusahaan meliputi mutu produk yang sesuai spesifikasi pelanggan, harga yang mampu bersaing, kemampuan memenuhi kebutuhan produk custom, serta posisinya sebagai pemasok benang multifilamen di Jawa Timur. Sementara itu, kelemahan perusahaan meliputi keterbatasan kapasitas produksi, pelayanan pelanggan yang belum optimal, dan risiko gangguan produksi. Peluang utama berasal dari meningkatnya permintaan pasar dan kebutuhan produk custom, sedangkan ancaman meliputi keterlambatan pasokan bahan baku, kenaikan harga bahan baku, gangguan mesin produksi, dan persaingan industri yang semakin ketat. Berdasarkan integrasi hasil analisis SWOT dan Business Model Canvas, strategi GTM yang direkomendasikan berfokus pada penetrasi pasar business-to-business (B2B), pengembangan produk custom, penguatan hubungan pelanggan melalui pemasaran langsung, kunjungan pelanggan, dan pemberian sampel produk, serta peningkatan keandalan operasional dan koordinasi lintas fungsi untuk mendukung keberhasilan implementasi strategi pemasaran. Kata Kunci: Business Model Canvas, benang multifilamen, Go-To-Market, SWOT, strategi pemasaran.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorIriani, IrianiNIDN196211261988032001irianiupn@gmail.com
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Industrial Engineering
Depositing User: Kezia Sri Yulina
Date Deposited: 24 Jul 2026 03:26
Last Modified: 24 Jul 2026 06:35
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57787

Actions (login required)

View Item View Item