KETERBUKAAN DIRI ANAK DEWASA AWAL KEPADA ORANG TUA SAAT MENGALAMI TEKANAN AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI

Putri, Devita Alysha Aulia (2026) KETERBUKAAN DIRI ANAK DEWASA AWAL KEPADA ORANG TUA SAAT MENGALAMI TEKANAN AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.

[img] Text (COVER)
Skripsi Devita Fix ruang baca.1_organized-1-14.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (608kB)
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (504kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (294kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (939kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (126kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (285kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2029.

Download (1MB)

Abstract

Sebagai makhluk sosial, anak dewasa awal yang menghadapi tekanan akademik di perguruan tinggi, berupa beban perkuliahan, tuntutan tugas yang menumpuk, hingga ancaman kejenuhan akademis (burnout), memerlukan interaksi dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana anak dewasa awal melakukan keterbukaan diri (self-disclosure) kepada orang tua saat mengalami tekanan akademik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses keputusan keterbukaan diri anak dewasa awal kepada orang tua saat mengalami tekanan akademik di perguruan tinggi, serta memahami bagaimana persepsi terhadap pola komunikasi keluarga mempengaruhi pilihan mereka untuk terbuka atau tertutup. Penelitian ini mengacu pada Teori Penetrasi Sosial oleh Altman dan Taylor, yang menyediakan kerangka kerja untuk memahami perkembangan keintiman hubungan interpersonal melalui pertukaran informasi. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam terhadap pengalaman subjektif individu, khususnya dalam konteks krisis komunikasi keluarga di Kota Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sebelas (11) informan mahasiswa aktif yang menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa proses keputusan keterbukaan diri anak dewasa awal mengenai tekanan akademik sangat ditentukan oleh fondasi pengalaman komunikasi yang terbangun di dalam keluarga. Informan dengan pola komunikasi demokratis cenderung merasa aman untuk terbuka karena terbiasa mendapatkan ruang tanpa penghakiman. Sebaliknya, informan dengan orang tua berpola otoriter menunjukkan kecenderungan penarikan diri secara emosional (de-penetrasi) sebagai bentuk perlindungan diri. Akibatnya, keterbukaan informasi mahasiswa menjadi terbatas, mereka cenderung selektif dengan hanya membagikan informasi akademik yang bersifat netral atau administratif, namun secara sadar menyembunyikan dimensi emosional negatif seperti stres, kelelahan, dan tangisan. Kedalaman informasi yang dibagikan sangat bergantung pada tingkat kepercayaan anak terhadap respons orang tua, di mana tujuan utama mereka bercerita sebenarnya adalah untuk mencari validasi emosional, bukan sekadar solusi praktis. Kata Kunci: Keterbukaan Diri, Tekanan Akademik, Dewasa Awal, Komunikasi Keluarga, Teori Penetrasi Sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAlamiyah, Syifa SyarifahNIDN0724038403syifa_syarifah.ilkom@upnjatim.ac.id
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P94.7 Interpersonal communication
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication
Depositing User: Devita Alysha Aulia
Date Deposited: 21 Jul 2026 06:24
Last Modified: 21 Jul 2026 06:24
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57051

Actions (login required)

View Item View Item