Fidha, Fina Nidha Ulmu (2026) SIMULASI MONTE CARLO UNTUK MODEL ISING 2D PADA KISI TERATUR DAN TIDAK TERATUR DENGAN ALGORITMA METROPOLIS. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" JAWA TIMUR.
|
Other (COVER)
COVER SKRIPSI.pdf Download (615kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I SKRIPSI.pdf Download (152kB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB II SKRIPSI.pdf Restricted to Repository staff only until 31 August 2029. Download (234kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III SKRIPSI.pdf Restricted to Repository staff only until 31 August 2029. Download (244kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB IV SKRIPSI.pdf Restricted to Repository staff only until 31 August 2029. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
BAB V SKRIPSI.pdf Download (136kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (147kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 31 August 2029. Download (253kB) | Request a copy |
Abstract
Sifat magnetik material sangat bergantung pada interaksi antar spin atom penyusunnya. Saat suhu meningkat, orientasi spin dapat berubah dari keadaan teratur (feromagnetik) menjadi acak (paramagnetik), yang dikenal sebagai fenomena transisi fasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku magnetisasi dan transisi fasa pada sistem Ising dua dimensi (2D) dengan membandingkan penggunaan kisi teratur dan kisi tak teratur. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sejauh mana pengaruh variasi jumlah iterasi simulasi (10.000 dan 20.000) terhadap kestabilan data yang dihasilkan. Metode pendekatan komputasi yang digunakan adalah simulasi Monte Carlo berbasis algoritma Metropolis pada rentang suhu 1,5 K hingga 3,5 K, menggunakan variasi ukuran kisi 20x20, 40x40, dan 60x60. Hasil simulasi menunjukkan bahwa transisi fasa pada kisi teratur terjadi di sekitar suhu kritis 2,30 K, yang nilainya sudah sangat mendekati perhitungan teoritis model Ising 2D sebesar 2,269 K. Di sisi lain, penerapan pada kisi tak teratur menyebabkan suhu kritis bergeser turun ke rentang 2,10–2,20 K. Pergeseran ini dipicu oleh ketidakteraturan susunan kisi yang mengakibatkan ketidakseragaman jumlah tetangga dan kekuatan interaksi antarspin, sehingga transisi orientasi spin berlangsung pada rentang suhu yang lebih lebar. Peningkatan jumlah iterasi dari 10.000 menjadi 20.000 terbukti tidak merubah karakteristik dasar transisi fasanya, namun secara signifikan berhasil meningkatkan kestabilan statistik dan akurasi hasil simulasi yang ditandai dengan semakin kecilnya simpangan baku (error bar). Secara keseluruhan, ketidakteraturan struktur kisi sangat memengaruhi pergeseran suhu kritis, sementara penggunaan jumlah iterasi yang lebih besar merupakan faktor penting untuk mendapatkan pembacaan nilai besaran fisis yang lebih stabil. Kata Kunci: Model Ising 2D, Simulasi Monte Carlo, Algoritma Metropolis, Kisi Teratur, Kisi Tak Teratur, Transisi Fasa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Q Science > QC Physics | ||||||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Physics | ||||||||||||
| Depositing User: | Fina Nidha Ulmu Fidha | ||||||||||||
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 06:55 | ||||||||||||
| Last Modified: | 31 Aug 2026 06:55 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/59492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
