JANNAH, ERISA NUR (2026) SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODEGRADABLE FOAM DARI ONGGOK SINGKONG DAN SELULOSA AMPAS TEBU DENGAN AGEN POLIVYNIL ALCOHOL (PVA). Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.
|
Text (COVER)
22031010107 _COVER.pdf Download (670kB) |
|
|
Text (BAB I)
22031010107 _ bab 1.pdf Download (120kB) |
|
|
Text (BAB II)
22031010107 _ bab 2.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (436kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
22031010107 _ bab 3.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (270kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
22031010107 _ bab 4.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (622kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
22031010107 _ bab 5.pdf Download (109kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22031010107 _ dafpus.pdf Download (197kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22031010107 _ lampiran.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Akumulasi limbah kemasan makanan, khususnya styrofoam, telah menjadi salah satu pencemar lingkungan yang signifikan karena membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terdegradasi serta mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, biofoam berbahan dasar polimer alami seperti pati dan selulosa menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis sebagai pengganti styrofoam konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengarakterisasi biofoam berbahan ampas singkong dan selulosa ampas tebu sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti styrofoam. Biofoam disintesis menggunakan ampas singkong, selulosa, polivinil alkohol (PVA), dan gliserol dengan variasi rasio pati terhadap selulosa (1:0,2 hingga 1:1) serta waktu pencampuran (5–30 menit), kemudian dibentuk menggunakan metode thermopressing pada suhu 150°C. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji kuat tarik, daya serap air, biodegradabilitas, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biofoam dengan rasio pati:selulosa 1:1 dan waktu pencampuran 30 menit menghasilkan sifat terbaik, yaitu daya serap air sebesar 10,4575%, biodegradabilitas sebesar 41% dalam waktu 30 hari, serta kuat tarik sebesar 5,4916 MPa. Nilai daya serap air dan biodegradabilitas telah memenuhi standar SNI 7188.7:2016 dan ASTM D5988. Meskipun nilai kuat tarik yang diperoleh (5,4916 MPa) lebih tinggi dibandingkan styrofoam komersial, nilai tersebut masih belum memenuhi persyaratan SNI sebesar 29,16 MPa. Hasil analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus hidroksil, alifatik, dan karbonil. Sementara itu, hasil SEM menunjukkan adanya aglomerasi (penggumpalan) dan rongga pada permukaan biofoam yang disebabkan oleh proses homogenisasi dan gelatinisasi pati yang belum berlangsung secara sempurna.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) S Agriculture > S Agriculture (General) |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||
| Depositing User: | Erisa Nur Jannah | ||||||||
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 06:52 | ||||||||
| Last Modified: | 23 Jul 2026 07:06 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57870 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
