Pembuatan Glukosa Dari Batang Pisang Menggunakan Metode Hidrolisis Asam

Alansyah, Muhammad Dhafa Putra (2026) Pembuatan Glukosa Dari Batang Pisang Menggunakan Metode Hidrolisis Asam. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img] Text (Cover)
19031010218-Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Bab 1)
19031010218-BAB I.pdf

Download (255kB)
[img] Text (Bab 2)
19031010218-BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (527kB)
[img] Text (Bab 3)
19031010218-BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (353kB)
[img] Text (Bab 4)
19031010218-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (326kB)
[img] Text (Bab 5)
19031010218-BAB V.pdf

Download (239kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
19031010218-Daftar Pustaka.pdf

Download (259kB)
[img] Text (Lampiran)
19031010218-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2029.

Download (585kB)

Abstract

Batang semu pisang merupakan limbah pertanian yang mengandung selulosa cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan glukosa. Pemanfaatan limbah ini dapat meningkatkan nilai guna limbah pertanian sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Glukosa banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, fermentasi, dan biokimia. Pada penelitian ini, glukosa dibuat dari batang pisang (Musa paradisiaca) menggunakan metode hidrolisis asam karena prosesnya cepat dan efektif dalam mengonversi selulosa menjadi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat glukosa dari pelepah batang pisang menggunakan proses hidrolisis asam serta mendapatkan kondisi terbaik dari variabel konsentrasi asam sulfat dan waktu hidrolisis berdasarkan kadar glukosa tertinggi yang dihasilkan. Proses penelitian meliputi persiapan bahan baku, delignifikasi menggunakan H₂O₂ 15%, dan hidrolisis asam menggunakan H₂SO₄ dengan variasi konsentrasi 1–9% pada suhu 100 °C dan waktu 10–30 menit. Filtrat hasil hidrolisis kemudian dinetralkan menggunakan Na₂CO₃ 10% dan dianalisis kadar glukosanya menggunakan refraktometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi asam sulfat dan waktu hidrolisis berpengaruh terhadap kadar glukosa yang dihasilkan. Kadar glukosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi H₂SO₄ 7% dengan waktu hidrolisis 20 menit pada suhu 100 °C yaitu sebesar 15,2%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses hidrolisis berlangsung lebih optimal sehingga konversi selulosa menjadi glukosa terjadi secara maksimal. Akan tetapi, pada konsentrasi asam yang lebih tinggi dan waktu hidrolisis yang terlalu lama, peningkatan kadar glukosa tidak terlalu signifikan akibat kemungkinan terjadinya degradasi glukosa menjadi senyawa lain. Dengan demikian, batang pisang (Musa paradisiaca) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan glukosa melalui metode hidrolisis asam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorPujiastuti, CaeciliaNIDN0005036311UNSPECIFIED
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering
Depositing User: Muhammad Dhafa Putra Alansyah
Date Deposited: 24 Jul 2026 02:32
Last Modified: 24 Jul 2026 03:34
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57645

Actions (login required)

View Item View Item