PENGARUH KETEBALAN SALUTAN DAN BAHAN PEMBAWA BERBAHAN AKTIF Trichoderma sp. DALAM PELAPISAN BENIH TOMAT TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM

Della Tiwalana, Putri (2026) PENGARUH KETEBALAN SALUTAN DAN BAHAN PEMBAWA BERBAHAN AKTIF Trichoderma sp. DALAM PELAPISAN BENIH TOMAT TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.

[img] Text (Cover)
21025010165,-cover.pdf.pdf

Download (6MB)
[img] Text (Bab 1)
21025010165.-bab1.pdf.pdf

Download (541kB)
[img] Text (Bab 2)
21025010165.-bab2.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 June 2029.

Download (760kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 3)
21025010165.-bab3.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 June 2029.

Download (881kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 4)
21025010165.-bab4.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 June 2029.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (Bab 5)
21025010165.-bab5.pdf.pdf

Download (511kB)
[img] Text (Daftar pustaka)
21025010165.-daftarpustaka.pdf.pdf

Download (596kB)
[img] Text (Lampiran)
21025010165.-lampiran.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 June 2029.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium sp. merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tomat karena dapat menyebabkan kehilangan hasil yang tinggi. Pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai agens hayati melalui teknologi pelapisan benih (seed coating) berpotensi menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan salutan dan bahan pembawa berbahan aktif Trichoderma sp. terhadap viabilitas agens hayati, kemampuan antagonis terhadap Fusarium sp., serta daya berkecambah benih tomat. Penelitian dilaksanakan secara in vitro di Laboratorium Kesehatan Tanaman UPN “Veteran” Jawa Timur dan secara in vivo di Greenhouse Kebun Bibit Wonorejo Surabaya pada Juli–Desember 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu ketebalan salutan (2–5 mm dan 6–8 mm) serta bahan pembawa (kompos, dedak, dan cocopeat), ditambah kontrol. Parameter yang diamati meliputi diameter koloni, kerapatan spora, daya hambat terhadap Fusarium sp., daya kecambah benih, masa inkubasi, dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan salutan dan bahan pembawa berpengaruh nyata terhadap viabilitas Trichoderma sp. serta kemampuan antagonis terhadap Fusarium sp. Perlakuan salutan 6–8 mm dengan bahan pembawa kompos (BK) dan dedak (BD) cenderung mampu mempertahankan viabilitas Trichoderma sp. yang ditunjukkan oleh diameter koloni tertinggi mencapai 8,00 cm dan kerapatan spora hingga 5,5 × 10⁶ spora mL pada akhir pengamatan. Perlakuan BK menunjukkan kemampuan antagonis terbaik dengan daya hambat sebesar 76,73%, masa inkubasi terlama sebesar 6,33 hari setelah inokulasi, serta intensitas penyakit lebih rendah dibandingkan kontrol. Sementara itu, perlakuan ketebalan salutan dan bahan pembawa tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah benih tomat. Dengan demikian, kombinasi ketebalan salutan 6–8 mm dan bahan pembawa kompos merupakan formulasi terbaik dalam mempertahankan viabilitas Trichoderma sp. serta menekan perkembangan penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHerry, Nirwanto19620625 199103 1002herry_n@upnjatim.ac.id
Thesis advisorSri, Wiyatiningsih19661002 199203 2001sri.wiyatiningsih@upnjatim.ac.id
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture > SB950-989 Pest Control and Treatment of Diseases, Plant Protection
Q Science > QR Microbiology
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Departement of Agritechnology
Depositing User: Della Tiwalana Putri
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:51
Last Modified: 18 Jun 2026 02:51
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/53943

Actions (login required)

View Item View Item