Dampak Kebijakan Hilirisasi Kakao terhadap Ekspor Kakao di Indonesia

Nareswari, Zalsa (2026) Dampak Kebijakan Hilirisasi Kakao terhadap Ekspor Kakao di Indonesia. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img]
Preview
Text (COVER)
22024010152-cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
22024010152-bab1.pdf

Download (360kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
22024010152-bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2029.

Download (525kB)
[img] Text (BAB III)
22024010152-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2029.

Download (424kB)
[img] Text (BAB IV)
22024010152-bab4.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2029.

Download (728kB)
[img] Text (BAB V)
22024010152-bab5.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2029.

Download (262kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22024010152-daftar pustaka.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22024010152-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2029.

Download (448kB)

Abstract

Perubahan struktur ekspor kakao Indonesia dari dominasi biji kakao menuju produk olahan pasca kebijakan hilirisasi belum secara otomatis menunjukkan penguatan daya saing dan volume ekspor pada seluruh pasar tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan hilirisasi terhadap ekspor biji kakao (HS 1801) dan kakao olahan (HS 1803–1806) Indonesia ke Amerika Serikat, Malaysia, India, Belanda, dan China pada periode 2005–2022. Data sekunder dianalisis menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), X-Model Potential Export Product, dan model gravitasi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilirisasi mendorong perubahan orientasi ekspor dari biji kakao menuju produk olahan. Daya saing biji kakao cenderung melemah setelah hilirisasi, sedangkan kakao olahan menunjukkan penguatan keunggulan komparatif pada sebagian besar negara tujuan. Hasil EPD dan X-Model memperlihatkan bahwa prospek pasar kakao olahan relatif lebih baik dibandingkan biji kakao, meskipun penguatannya tidak merata antarnegara. Hasil model gravitasi menunjukkan bahwa volume ekspor kakao Indonesia lebih didorong oleh kondisi ekonomi negara tujuan, khususnya GDP riil. Kebijakan hilirisasi belum meningkatkan volume ekspor secara agregat karena penurunan ekspor biji kakao belum sepenuhnya tergantikan oleh peningkatan ekspor produk olahan. Dengan demikian, dampak hilirisasi lebih tercermin pada perubahan struktur dan daya saing ekspor daripada peningkatan volume total secara langsung. Kata Kunci: Daya Saing, Hilirisasi, Model Gravitasi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorFirdaus, Risqi SetiawanNIDN0007069601Risqi.f.agribis@upnjatim.ac.id
Thesis advisorWidayanti, SriNIDN0006016208sriwidayanti@upnjatim.ac.id
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Departement of Agribusiness
Depositing User: zalsa nareswari -
Date Deposited: 04 Jun 2026 01:07
Last Modified: 04 Jun 2026 01:07
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/53667

Actions (login required)

View Item View Item