Kedudukan Hukum Waris Anak Angkat Laki-Laki dalam Awig-Awig Desa Adat Lokapaksa Kabupaten Buleleng

Gunawan, Marsela Putri Anggraini Fania (2026) Kedudukan Hukum Waris Anak Angkat Laki-Laki dalam Awig-Awig Desa Adat Lokapaksa Kabupaten Buleleng. Undergraduate thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER FIX REPOSITORY.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I SKRIPSI.pdf

Download (432kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 May 2029.

Download (265kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 May 2029.

Download (265kB)
[img]
Preview
Text (BAB IV)
BAB IV SKRIPSI.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI.pdf

Download (203kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN SELA.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 May 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kedudukan Hukum Waris Anak Angkat Laki-Laki dalam Awig-Awig Desa Adat Lokapaksa” bertujuan untuk menganalisis bagaimana posisi anak angkat laki-laki dalam pembagian warisan di Desa Adat Lokapaksa, baik yang berasal dari dalam clan maupun luar clan, serta untuk menggali implikasi hukum yang timbul dari ketentuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini mengandalkan data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur perundang undangan, konseptual, dan studi kasus, serta didukung data wawancara dengan narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak angkat laki-laki yang disahkan menurut adat Bali memiliki hak waris yang setara dengan anak kandung, meskipun ada pembagian warisan yang berbeda bagi anak angkat luar clan dan anak angkat dalam clan. Pembagian 1/3 warisan untuk anak angkat luar clan berkaitan dengan nilai Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Dalam hal sanksi, jika ada pelanggaran terhadap pembagian warisan yang tidak sesuai dengan awig-awig, sanksi berupa upacara adat di merajan atau pura desa dan danda diberikan sebagai bentuk pemulihan keseimbangan dan penghormatan terhadap leluhur. Kata Kunci: Awig-Awig, Hak Waris, Anak Angkat Laki-Laki

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorYulianingsih, WiwinNIDN0716086202wiwiny.ih@upnjatim.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law
Depositing User: Marsela Putri Anggraini Fania Gunawan
Date Deposited: 11 May 2026 02:39
Last Modified: 11 May 2026 02:39
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/51637

Actions (login required)

View Item View Item