Akibat Hukum Perkawinan Poligami dalam Masyarakat Adat Bali (Studi Awig-Awig Desa Adat Demulih)

Puteri, Shalsafira Natasyah (2026) Akibat Hukum Perkawinan Poligami dalam Masyarakat Adat Bali (Studi Awig-Awig Desa Adat Demulih). Undergraduate thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER TERBARU.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
SKRIPSI BAB I.pdf

Download (421kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
SKRIPSI BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 May 2029.

Download (350kB)
[img] Text (BAB III)
SKRIPSI BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 May 2029.

Download (261kB)
[img]
Preview
Text (BAB IV)
SKRIPSI BAB IV.pdf

Download (237kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
SKRIPSI DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (257kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
SKRIPSI LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 May 2029.

Download (12MB)

Abstract

Perkawinan di Indonesia pada prinsipnya menganut asas monogami sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, namun pada dasarnya tetap membuka kemungkinan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Dalam masyarakat adat Bali, perkawinan tidak hanya dipandang sebagai hubungan perdata, tetapi juga dipandang sebagai peristiwa adat dan keagamaan yang memiliki konsekuensi sosial dan yuridis. Penelitian ini berjudul “Akibat Hukum Perkawinan Poligami dalam Masyarakat Adat Bali (Studi Awig-Awig Desa Adat Demulih)” yang memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaturan poligami dalam Awig-Awig Desa Adat Demulih serta mengkaji apa akibat hukum terhadap para pihak yang melaksanakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta didukung data wawancara. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Awig-Awig Desa Adat Demulih tidak secara tegas mengatur bagaimana poligami, namun pada dasarnya menekankan pemenuhan norma agama dan adat. Perkawinan poligami yang tidak memperoleh legitimasi adat berpotensi menimbulkan pembatasan hak adat, pengaruh terhadap kedudukan sosial, serta implikasi terhadap hak waris. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara hukum nasional dan hukum adat guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum bagi para pihak. Kata Kunci : Poligami, Akibat Hukum, Hukum Adat Bali, Awig-Awig, Desa Adat Demulih.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorYulianingsih, WiwinNIDN0716086202wiwiny.ih@upnjatim.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law
Depositing User: shalsafira natasyah puteri
Date Deposited: 08 May 2026 03:51
Last Modified: 08 May 2026 03:51
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/51631

Actions (login required)

View Item View Item