Firdausy, Auliza Rizki and Solihah, Nur Amilatus (2026) Pembuatan Magnesium Karbonat dari Limbah Cair Industri Garam (Bittern) dengan Metode Karbonasi Langsung. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text
21031010236_COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (Bab 1)
21031010236_Bab 1.pdf Download (242kB) |
|
|
Text (Bab 2)
21031010236_Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2029. Download (417kB) |
|
|
Text (Bab 3)
21031010236_Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2029. Download (312kB) |
|
|
Text (Bab 4)
21031010236_Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2029. Download (491kB) |
|
|
Text (Bab 5)
21031010236_Bab 5.pdf Download (234kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
21031010236_Daftar Pustaka.pdf Download (207kB) |
|
|
Text (Lampiran)
21031010236_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only until 27 February 2029. Download (1MB) |
Abstract
Kebutuhan magnesium karbonat di Indonesia dapat terpenuhi melalui ketergantungannya terhadap impor yang hampir menyentuh 200.000 ton di tahun 2023. Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah kaya magnesium seperti bittern. Bittern merupakan cairan sisa padat yang mengandung mineral–mineral tidak mengkristal pada saat proses evaporasi. Pembuangan bittern yang dilakukan tanpa pengolahan akan mengakibatkan peningkatan kadar salinitas dan ion yang dapat mengganggu kehidupan akuatik, menurunkan kualitas air, serta mengubah keseimbangan ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu karbonasi (2 10 menit) dan laju alir gas CO2 (500-2500 ml/menit) terhadap kadar MgCO3 dalam magnesium karbonat dari bittern menggunakan metode karbonasi langsung. Proses meliputi penyesuaian pH bittern, karbonasi dalam reaktor bubble column, serta analisis produk. Kondisi optimum diperoleh pada laju alir 1000 mL/menit dengan waktu 6 menit, menghasilkan kristal dengan kandungan MgCO3 37,8% (setara MgO 18%). Namun, nilai ini masih rendah dibanding standar industri (>40% MgO) menurut ISO 9001 : 2015, akan tetapi masih bisa dimanfaatkan untuk campuran magnesium dalam semen dan pupuk yang tidak memerlukan kemurnian tinggi. Hasil SEM menunjukkan bentuk partikel seperti bola berlapis, tetapi ukurannya tidak seragam. Penelitian ini menunjukkan bahwa karbonasi langsung pada bittern, yang melimpah namun belum banyak dimanfaatkan di Indonesia, berpotensi menghasilkan magnesium karbonat, namun masih diperlukan perbaikan pada control pH, dosis basa, dan proses pemurnian tambahan agar kemurnian produk memenuhi standar industri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TP Chemical technology T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||
| Depositing User: | AULIZA RIZKI FIRDAUSY | ||||||||
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 02:52 | ||||||||
| Last Modified: | 02 Mar 2026 02:52 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/18256 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
