Qurrokhman, Muhammad Taufiq (2026) Aplikasi Gelombang Ultrasonik Sebagai Perlakuan Awal Pada Ekstraksi Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Menggunakan Ultrasound-Microwave Assisted Extraction (UMAE). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
A1 COVER RISET TAUFIQ.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 1)
BAB I RISET.pdf Download (216kB) |
|
|
Text (Bab 2)
BAB II RISET.pdf Restricted to Repository staff only until 10 October 2028. Download (361kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 3)
BAB III RISET.pdf Restricted to Repository staff only until 10 October 2028. Download (334kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
BAB IV RISET.pdf Restricted to Repository staff only until 10 October 2028. Download (659kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
BAB V RISET.pdf Download (255kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFPUS RISET.pdf Download (231kB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN RISET.pdf Restricted to Repository staff only until 10 October 2028. Download (713kB) | Request a copy |
Abstract
Tanaman kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman aromatik yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan kaya minyak atsiri pada daunnya, terutama senyawa estragole dan linalool yang dimanfaatkan dalam industri kesehatan, dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu ultrasonik (°C) dan waktu ultrasonik (menit) terhadap yield, densitas, indeks bias, warna, Relative Electric Consumption (REC), dan relative CO2 emission. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa pada minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dari hasil yang terbaik sesuai standar ISO 11043:1998(E). Proses penelitian diawali dengan pengeringan daun kemangi pada suhu 70 °C, dilanjutkan dengan pretreatment menggunakan gelombang ultrasonik pada suhu 30–70 °C dan waktu 5–60 menit, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi berbantukan gelombang mikro pada daya 450 W selama 30 menit menggunakan pelarut aquadest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu ultrasonik berpengaruh signifikan terhadap karakteristik minyak atsiri daun kemangi. Kondisi terbaik diperoleh pada suhu ultrasonik 50 °C dan waktu 30 menit, dengan yield tertinggi sebesar 2,5551%, densitas 0,9542 g/mL, dan nilai indeks bias sebesar 1,4960. Analisis GC–MS menunjukkan bahwa minyak atsiri didominasi oleh senyawa estragole (44,759%) dan linalool (33,956%). Dari aspek keberlanjutan, metode U-MAE menunjukkan efisiensi energi dan dampak lingkungan terbaik dengan nilai REC sebesar 0,4620 kWh/gr dan Relative CO₂ Emission sebesar 0,3696 kg CO2/gr.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry T Technology > TP Chemical technology |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Taufiq Qurrokhman | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 02:34 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Oct 2026 02:34 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/60611 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
