PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM KONTRAK PENGADAAN JASA KONSTRUKSI SEBAGAI UPAYA MITIGASI RISIKO KEPAILITAN

PUTRA, ADITYA RIZKY (2026) PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM KONTRAK PENGADAAN JASA KONSTRUKSI SEBAGAI UPAYA MITIGASI RISIKO KEPAILITAN. Masters thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.

[img] Text (COVER - TESIS)
COVER ADITYA FIX.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB I - TESIS)
BAB I - TESIS ADITYA.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB II - TESIS)
BAB II - TESIS ADITYA.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 August 2029.

Download (682kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III - TESIS)
BAB III - TESIS ADITYA.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 August 2029.

Download (540kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV - TESIS)
BAB IV - TESIS ADITYA.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 August 2029.

Download (212kB) | Request a copy
[img] Text (DAFPUS - TESIS)
DAFPUS - TESIS ADITYA.pdf

Download (341kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
lampiran aditya rizky fix.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 August 2029.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tidak diterapkannya prinsip kehati-hatian dalam kontrak pengadaan jasa konstruksi serta merumuskan rekonstruksi pengaturan kontrak sebagai upaya mitigasi risiko kepailitan penyedia. Kepailitan penyedia jasa konstruksi dapat menimbulkan ketidakpastian terhadap keberlangsungan proyek karena hukum pengadaan menekankan keberlanjutan pembangunan, sedangkan hukum kepailitan berorientasi pada pengurusan dan pemberesan harta debitor untuk kepentingan kreditor. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil analisis menunjukkan bahwa kontrak pengadaan jasa konstruksi belum secara optimal mengintegrasikan prinsip kehati-hatian sebagai instrumen preventif dalam menghadapi risiko kesulitan finansial dan kepailitan penyedia. Kondisi tersebut menyebabkan kontrak cenderung bersifat reaktif dan belum memiliki mekanisme yang memadai untuk menjaga keberlangsungan proyek ketika terjadi gangguan finansial. Rekonstruksi pengaturan kontrak dilakukan melalui penerapan early warning system, financial monitoring, step in rights, continuity project clause, dan project rescue clause. Kelima mekanisme tersebut membentuk model pengelolaan risiko secara bertahap melalui deteksi dini, pemantauan kondisi finansial, intervensi terbatas, penjagaan keberlanjutan pekerjaan, hingga penyelamatan proyek. Rekonstruksi tersebut memperluas fungsi kontrak dari sekadar pengatur hak dan kewajiban menjadi instrumen mitigasi risiko yang mampu memperkuat kepastian hukum, menjaga keberlangsungan proyek konstruksi, dan melindungi kepentingan publik tanpa menyimpangi sistem hukum pengadaan maupun hukum kepailitan.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
UNSPECIFIEDANGGRIAWAN, TEDDY PRIMANIDN0025049103teddyprima.ih@upnjatim.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Magister Law
Depositing User: ADITYA RIZKY PUTRA
Date Deposited: 18 Aug 2026 08:42
Last Modified: 18 Aug 2026 08:42
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/58722

Actions (login required)

View Item View Item