Danipratiwi, Sidta Putrirachman (2026) PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK JAGUNG DAN KUNING TELUR TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MELLORINE SARI BIJI KECIPIR. Undergraduate thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.
|
Text (Cover)
COVER.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (Bab 1)
BAB 1.pdf Download (227kB) |
|
|
Text (Bab 2)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (481kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 3)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (361kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (511kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
BAB 5.pdf Download (218kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (263kB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 23 July 2029. Download (927kB) | Request a copy |
Abstract
Mellorine merupakan jenis es krim imitasi yang sebagian atau seluruh lemaknya diganti dengan lemak nabati. Penelitian ini menggunakan biji kecipir kering, minyak jagung, dan kuning telur. Biji kecipir yang diolah menjadi sari adalah bahan utama pembuatan mellorine pada penelitian ini, minyak jagung sebagai sumber lemak nabati, dan kuning telur sebagai agen pengemulsi alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan penambahan minyak jagung dan kuning telur terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik mellorine, serta menentukan perlakuan terbaik yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan tingkat kesukaan panelis terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah penambahan minyak jagung (10%, 13%, 16%) dan faktor kedua adalah penambahan kuning telur (5%, 7,5%, 10%) dengan 2 kali ulangan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Analisa Sidik Ragam (ANOVA), jika terdapat interaksi atau pengaruh yang nyata maka akan dilanjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. Perlakuan terbaik adalah penambahan minyak jagung 16% dan penambahan kuning telur 10% yang menghasilkan mellorine sari biji kecipir dengan karakteristik kadar protein 1,94%, kadar lemak 11,76%, overrun 48,90%, waktu leleh 22,44 menit, total padatan 32,05 oBrix, viskositas 571,75 cP, serta penerimaan organoleptik tertinggi kategori “agak suka-suka” dengan nilai warna 4,20; tekstur 4,04; aroma 3,88; dan rasa 3,88. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sari biji kecipir dengan penambahan minyak jagung dan kuning telur dapat menghasilkan mellorine yang berpotensi sebagai pangan inovatif berbahan nabati dengan daya penerimaan baik dari konsumen.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology > TP368 Food processing and manufacture | ||||||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Food Engineering | ||||||||||||
| Depositing User: | Sidta Putrirachman Danipratiwi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 03:29 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2026 06:44 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57927 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
