ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI UBI KAYU DAN KONTRIBUSI TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL DI DESA PANDANSARI LOR KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

ATAGORAN, CAROLINE (2026) ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI UBI KAYU DAN KONTRIBUSI TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL DI DESA PANDANSARI LOR KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img] Text (COVER)
22024011230_Cover.pdf

Download (931kB)
[img] Text (BAB I)
22024011230_BAB I.pdf

Download (167kB)
[img] Text (BAB II)
22024011230_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (277kB)
[img] Text (BAB III)
22024011230_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (284kB)
[img] Text (BAB IV)
22024011230_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
22024011230_Bab V.pdf

Download (96kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
22024011230_DaftarPustaka.pdf

Download (194kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
22024011230_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (928kB)

Abstract

Ubi kayu merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam menopang ketahanan pangan lokal, terutama di wilayah dengan kondisi lahan marginal dan iklim yang fluktuatif. Pengembangan usahatani ubi kayu di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya pengelolaan pada dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial, sehingga keberlanjutan usahatani serta kontribusinya terhadap ketahanan pangan lokal belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi praktik usahatani ubi kayu, menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial, serta menganalisis kontribusi usahatani ubi kayu terhadap ketahanan pangan lokal. Penelitian dilaksanakan terhadap 71 petani ubi kayu dengan metode sensus, menggunakan analisis deskriptif serta Multidimensional Scaling (MDS) dengan algoritma SMACOF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik usahatani ubi kayu masih dilakukan secara konvensional, dengan penggunaan pupuk dan pestisida yang belum sesuai anjuran serta penerapan rotasi tanaman yang masih rendah. Indeks keberlanjutan usahatani secara keseluruhan sebesar 54,56 dengan kategori cukup berkelanjutan, terdiri atas dimensi sosial sebesar 58,45, dimensi ekologi sebesar 55,65, dan dimensi ekonomi sebesar 49,57 dengan kategori kurang berkelanjutan. Dimensi ekonomi memperoleh nilai terendah akibat tingginya rafaksi hasil panen dan rendahnya efisiensi teknis usahatani, meskipun keuntungan bersih rata-rata petani tergolong tinggi. Hasil analisis kontribusi terhadap ketahanan pangan lokal menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,4 dengan kategori cukup, tertinggi pada indikator ketersediaan pangan sebesar 3,8 dan terendah pada pemanfaatan ubi kayu dalam konsumsi keluarga sebesar 3,1. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada pengelolaan budidaya, peningkatan efisiensi usahatani, penguatan kelembagaan, serta diversifikasi produk olahan ubi kayu agar keberlanjutan usahatani dapat meningkat sehingga memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan lokal di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kata kunci: keberlanjutan usahatani, ubi kayu, ketahanan pangan lokal, Multidimensional Scaling, Desa Pandansari Lor

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRoidah, Ida SyamsuNIDN0724068602ida.syamsu.agribis@upnjatim.ac.id
Thesis advisorTondang, Ika SariNIDN0019069501ika.sari.agribis@upnjatim.ac.id
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Departement of Agribusiness
Depositing User: Caroline Atagoran
Date Deposited: 20 Jul 2026 06:28
Last Modified: 21 Jul 2026 02:59
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/56541

Actions (login required)

View Item View Item