Al Baharits, M Adnan Shalih (2026) ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA DEPARTEMEN PRODUKSI DI PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" JAWA TIMUR.
|
Text (Cover)
22032010058_Cover.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22032010058_BAB I.pdf Download (210kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22032010058_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only until 25 May 2029. Download (410kB) |
||
|
Text (BAB 3)
22032010058_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only until 25 May 2029. Download (197kB) |
||
|
Text (BAB 4)
22032010058_IV.pdf Restricted to Repository staff only until 25 May 2029. Download (1MB) |
||
|
Text (BAB 5)
22032010058_V.pdf Download (174kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22032010058_DAPUS.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22032010058_LAMPIRAN.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang alat dan mesin pertanian yang dalam aktivitas produksinya masih menghadapi permasalahan terkait kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang cukup tinggi. Meskipun perusahaan telah membentuk departemen Health, Safety, and Environment (HSE) pada tahun 2023, namun implementasi keselamatan kerja masih belum optimal yang ditandai dengan kurangnya pengawasan serta rendahnya kepatuhan pekerja terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kondisi ini menunjukkan perlunya dilakukan analisis risiko untuk mengidentifikasi sumber bahaya serta menentukan pengendalian yang tepat guna meminimalkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko yang tepat pada setiap aktivitas kerja di departemen produksi PT XYZ. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Selain itu, analisis dilengkapi dengan diagram Fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja, khususnya pada kategori risiko high risk dan extreme risk. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 88 potensi risiko, terdiri dari 54 low risk, 25 medium risk, 8 high risk, dan 1 extreme risk. Salah satu contoh kasus adalah kecelakaan kerja berupa mata terkena serpihan logam panas pada mesin bubut. Pengendalian yang direkomendasikan meliputi kewajiban penggunaan APD lengkap seperti kacamata safety atau face shield, sarung tangan, helm safety, sepatu safety, dan wearpack, pemasangan pelindung mesin (machine guard), penerapan SOP pembubutan secara disiplin, serta penyediaan tempat khusus untuk limbah serpihan logam. Secara umum, analisis Fishbone menunjukkan bahwa penyebab utama kecelakaan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Sehingga, diperlukan upaya pengendalian risiko sesuai hirarki pengendalian, seperti perbaikan pada mesin dan lingkungan kerja, penerapan aturan kerja yang lebih baik, peningkatan kepatuhan penggunaan APD, serta pelatihan K3, pengawasan kerja, dan perawatan mesin secara rutin agar tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > T Technology (General) > T55.4-60.8 Industrial engineering. Management engineering |
||||||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Industrial Engineering | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammmad Adnan Shalih Albaharits | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 May 2026 08:23 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 08:24 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/52501 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
