ANALISIS WACANA RESISTENSI TERTUTUP TERHADAP CITRA DAN KINERJA POLISI OLEH PENGGUNA GROK AI DI PLATFORM X (MARET-AGUSTUS 2025)

Ananta, Muhammad Rifki (2026) ANALISIS WACANA RESISTENSI TERTUTUP TERHADAP CITRA DAN KINERJA POLISI OLEH PENGGUNA GROK AI DI PLATFORM X (MARET-AGUSTUS 2025). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img]
Preview
Text (COVER)
22043010130 - Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22043010130 - Bab 1.pdf

Download (338kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22043010130 - Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (324kB)
[img] Text (BAB 3)
22043010130 - Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (950kB)
[img] Text (BAB 4)
22043010130 - Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2029.

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22043010130 - Bab 5.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
22043010130 - Daftar Pustaka.pdf

Download (149kB) | Preview

Abstract

Fenomena pemanfaatan Grok yang merupakan artificial intelligence (AI) dari xAI di platform X sebagai mediator kritik di tengah ancaman pasal karet Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menciptakan rasa takut berpendapat bagi masyarakat Indonesia telah melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengguna X dalam mengonstruksi wacana resistensi tertutup terhadap citra dan kinerja polisi melalui mekanisme mention Grok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan konsep utama Resistensi Tertutup milik James C. Scott dan metode Analisis Wacana Digital milik Rodney H. Jones yang mencakup dimensi teks, konteks, aksi dan interaksi, serta ideologi dan kekuasaan. Data penelitian terdiri dari 35 tweet yang dikumpulkan melalui teknik purposive sampling pada periode Maret hingga Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna X secara cerdik memanfaatkan affordances teknologi Grok sebagai perisai hukum melalui penggunaan gaya bahasa majas sindiran seperti sarkasme, satir, dan sinisme, serta bentuk pertanyaan retoris dan ungkapan merendahkan. Ditemukan pola aksi siasat kepura-puraan dengan memandu AI untuk memvalidasi realitas citra dan kinerja polisi tanpa harus melontarkan tuduhan langsung secara personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran Grok AI menjadi alat bagi kaum subordinat untuk mendelegitimasi narasi dominan institusi kepolisian secara aman dan berkembang menjadi aktor non-manusia yang telah menjaga kebebasan berekspresi masyarakat di ruang digital.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorArviani, HeidyNIDN0007118501heidy_arviani.ilkom@upnjatim.ac.id
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P302-302.87 Discourse analysis
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication
Depositing User: Muhammad Rifki Ananta
Date Deposited: 19 May 2026 04:23
Last Modified: 19 May 2026 04:28
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/51900

Actions (login required)

View Item View Item