Anggita, Nancy (2026) PENERIMAAN PEKERJA MEDIA TERHADAP MITOS KECANTIKAN PADA FILM THE MOST BEAUTIFULL GIRL IN THE WORLD DI NETFLIX. Undergraduate thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.
|
Text (NEW COVER)
21043010350- NEW COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
21043010350-BAB I.pdf Download (354kB) |
|
|
Text (BAB II)
21043010350-BAB II.pdf Restricted to Repository staff only until January 2029. Download (633kB) |
|
|
Text (BAB III)
21043010350-BAB III.pdf Restricted to Repository staff only until 2029. Download (282kB) |
|
|
Text (BAB IV)
21043010350-BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only until 2029. Download (361kB) |
|
|
Text (BAB V)
21043010350-BAB V.pdf Download (196kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
21043010350-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (195kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
21043010350-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 2029. Download (235kB) |
Abstract
ABSTRAK Media memiliki peran penting dalam membentuk dan mereproduksi standar kecantikan perempuan melalui berbagai representasi visual, salah satunya film. Film The Most Beautiful Girl in the World yang ditayangkan di Netflix mengangkat isu mitos kecantikan dalam konteks industri media melalui narasi kontes pencarian perempuan tercantik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerimaan pekerja media terhadap mitos kecantikan yang direpresentasikan dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode analisis resepsi audiens berdasarkan teori encoding–decoding Stuart Hall. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang bekerja di industri media. Analisis juga menggunakan konsep mitos kecantikan Naomi Wolf sebagai landasan untuk membaca pesan dominan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan informan terhadap mitos kecantikan berada pada tiga posisi resepsi, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Sebagian informan menerima kecantikan sebagai realitas profesional dalam industri media, sementara informan lain menegosiasikan dan bahkan menolak standar kecantikan dominan dengan menekankan kompetensi dan nilai personal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman profesional dan latar sosial pekerja media memengaruhi cara mereka memaknai mitos kecantikan yang ditampilkan dalam film. Kata kunci: mitos kecantikan, analisis resepsi, pekerja media, film, Netflix
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication | ||||||||
| Depositing User: | Nancy anggita nancy anggita | ||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 07:29 | ||||||||
| Last Modified: | 26 Jan 2026 07:29 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/49003 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
