PUTRI, DESY MIFTACHUL ILMI ARIFIN (2029) SINTESIS BIOKOMPOSIT NANOFIBER DARI PLA (Polylactic Acid), SELULOSA, DAN KITOSAN DENGAN PROSES ELECTROSPINNING UNTUK APLIKASI WOUND DRESSING (PEMBALUT LUKA). Undergraduate thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (5MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (101kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only until 9 October 2029. Download (277kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only until 9 October 2029. Download (137kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only until 9 October 2029. Download (319kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Download (83kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (133kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 9 October 2029. Download (190kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas pembuatan biokomposit nanofiber berbasis PLA, selulosa, dan kitosan menggunakan metode electrospinning untuk aplikasi pembalut luka, dengan fokus pada performa material pada tegangan 20 kV sebagai kondisi terbaik. Pada tegangan ini, nanofiber menunjukkan sifat permukaan yang cukup hidrofobik dengan sudut kontak sebesar 103,778°, yang menunjukkan kemampuan material dalam menahan air dan menjaga kelembaban luka tetap stabil. Kondisi ini penting karena kelembaban yang terkontrol dapat mendukung proses penyembuhan luka. Hasil analisis morfologi menggunakan SEM menunjukkan bahwa nanofiber terbentuk dengan struktur serat yang halus, seragam, dan stabil dengan rata-rata diameter sebesar 329,68 nm, sehingga mampu membentuk jaringan serat yang rapat dan kuat. Morfologi serat yang baik ini berperan dalam memberikan perlindungan mekanik dan kontak yang optimal dengan permukaan kulit. Pada pengujian mekanik, komposisi PLA–Selulosa–Kitosan menunjukkan kinerja paling seimbang dengan nilai Yield Strength sebesar 0,06 N/mm² dan Elongation mencapai 80,36%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa material memiliki kekuatan yang memadai sekaligus tetap elastis, sehingga tidak mudah robek namun tetap nyaman saat digunakan pada luka. Kombinasi sifat hidrofobik yang baik, struktur serat yang stabil, dan karakter mekanik yang seimbang ini membuktikan bahwa tegangan 20 kV merupakan kondisi paling optimal untuk menghasilkan nanofiber yang sesuai dengan kebutuhan pembalut luka. Secara keseluruhan, biokomposit nanofiber pada kondisi ini dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan pembalut luka yang efektif, aman, dan mendukung proses penyembuhan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||
| Depositing User: | DESY MIFTACHUL ILMI | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 03:09 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Oct 2026 08:01 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/60591 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
