Ernawati, Nurrini (2026) ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN TUBAN. Masters thesis, Universitas Pembangunan Nasiona Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
nURINI fULL_organized-1-13.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
nURINI fULL_organized-14-32.pdf Download (197kB) |
|
|
Text (Bab II)
nURINI fULL_organized-33-78.pdf Restricted to Repository staff only until 9 September 2029. Download (426kB) |
|
|
Text (Bab III)
nURINI fULL_organized-79-90.pdf Restricted to Repository staff only until 9 September 2029. Download (177kB) |
|
|
Text (Bab IV)
nURINI fULL_organized-91-146.pdf Restricted to Repository staff only until 9 September 2029. Download (447kB) |
|
|
Text (Bab V)
nURINI fULL_organized-147-149.pdf Download (116kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
nURINI fULL_organized-150-157.pdf Download (179kB) |
|
|
Text (Lampiran)
nURINI fULL_organized-158-163.pdf Restricted to Repository staff only until 9 September 2029. Download (204kB) |
Abstract
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Tuban selama periode 2010– 2024 bersifat fluktuatif, yang mencerminkan adanya pengurangan maupun penambahan luas lahan pertanian akibat alih fungsi, perubahan klasifikasi, dan pemutakhiran pencatatan lahan. Hasil regresi menunjukkan bahwa jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan jumlah industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap laju alih fungsi lahan, dengan koefisien masing-masing sebesar 0,047; 0,026; dan 0,036. Sebaliknya, Nilai Tukar Petani (NTP) dan produktivitas padi berpengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien masing-masing sebesar -0,090 dan -0,779. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap laju alih fungsi lahan dengan nilai F sebesar 76,025 dan tingkat signifikansi <0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,977 menunjukkan bahwa 97,7% variasi laju alih fungsi lahan dapat dijelaskan oleh variabel yang digunakan dalam model. Implementasi UndangUndang Nomor 41 Tahun 2009 di Kabupaten Tuban telah dilaksanakan melalui perlindungan dan pengelolaan LP2B, integrasi kebijakan perlindungan lahan dalam tata ruang, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta program penyuluhan pertanian. Namun, efektivitas implementasinya masih perlu diperkuat melalui pengawasan berbasis data spasial, konsistensi penerapan RTRW dan LP2B, pengendalian perkembangan kawasan nonpertanian, serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dengan demikian, pengendalian alih fungsi lahan pertanian memerlukan kebijakan yang terintegrasi untuk menyeimbangkan kebutuhan pembangunan wilayah dengan keberlanjutan fungsi pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Tuban.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) | ||||||||||||
| Depositing User: | NURRINI ERNAWATI ERNAWATI | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 02:05 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:17 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/60152 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
