STUDI KARAKTERISTIK TERMAL MATERIAL JARUM SUNTIK PADA PROSES PEMISAHAN BERBASIS INDUKSI MINI

HARDIANTATI, HAMIZATUL (2026) STUDI KARAKTERISTIK TERMAL MATERIAL JARUM SUNTIK PADA PROSES PEMISAHAN BERBASIS INDUKSI MINI. Undergraduate thesis, UPN "VETERAN" JAWA TIMUR.

[img] Other (COVER)
22037010020_COVER.pdf

Download (16MB)
[img] Text (BAB I)
22037010020_BAB I.pdf

Download (115kB)
[img] Text (BAB II)
22037010020_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only until 1 September 2029.

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
22037010020_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only until 1 September 2029.

Download (2MB)
[img] Text (BAB IV)
22037010020_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only until 1 September 2029.

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
22037010020_BAB V.pdf

Download (98kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
22037010020_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (122kB)
[img] Other (LAMPIRAN)
22037010020_LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Limbah jarum suntik merupakan salah satu jenis limbah medis benda tajam yang memerlukan penanganan khusus karena dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam penanganannya adalah proses pemisahan needle dari hub dengan memanfaatkan karakteristik termal material melalui pemanasan induksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis temperatur dan waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan needle dari hub serta menganalisis distribusi temperatur yang terjadi pada jarum suntik selama proses pemanasan menggunakan koil induksi mini. Pengujian dilakukan pada tiga tipe jarum suntik, yaitu Tipe A, Tipe B, dan Tipe C, dengan pengukuran temperatur pada tiga titik, yaitu T1, T2, dan T3. Data yang diamati meliputi temperatur awal, temperatur selama proses pemanasan, temperatur saat needle terlepas, serta waktu pemisahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik temperatur dan waktu pemisahan berbeda pada setiap tipe jarum suntik. Tipe A mengalami pemisahan pada temperatur T1 rata-rata sebesar 217,47 ± 10,76 °C dengan waktu 23,33 ± 1,22 detik, Tipe B sebesar 279,96 ± 7,64 °C dengan waktu 36,56 ± 0,88 detik, sedangkan Tipe C sebesar 195,82 ± 6,77 °C dengan waktu 25,33 ± 0,71 detik. Tipe A memiliki waktu pemisahan paling singkat, sedangkan Tipe C dapat mengalami pemisahan pada temperatur T1 rata-rata paling rendah. Distribusi temperatur menunjukkan pola yang tidak seragam sepanjang needle, dengan temperatur tertinggi berada pada T1 yang terletak di dalam koil induksi, kemudian menurun pada T2 dan T3. Nilai gradien temperatur keseluruhan sebesar −4,13 ± 0,32 °C/mm pada Tipe A, −4,92 ± 0,23 °C/mm pada Tipe B, dan −4,09 ± 0,20 °C/mm pada Tipe C, sehingga Tipe B menunjukkan perubahan temperatur terhadap jarak paling tajam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanasan induksi menghasilkan pemanasan yang terkonsentrasi pada daerah tertentu dan panas selanjutnya terdistribusi sepanjang needle. Setelah proses pemanasan, needle berhasil terlepas dari hub tanpa terlihat pelelehan atau degradasi hub secara visual. Kata kunci: jarum suntik, needle, hub, pemanasan induksi, distribusi temperatur, perpindahan panas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorWARDHANI, PRIMASARI CAHYA0028119203primasari.cahya.fisika@upnjatim.ac.id
Thesis advisorTIMUR, FAJAR199312042024061006timur.ft@upnjatim.aac.id
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Faculty of Engineering > Physics
Depositing User: amiza hardian tati
Date Deposited: 01 Sep 2026 07:17
Last Modified: 01 Sep 2026 07:59
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/59620

Actions (login required)

View Item View Item