Savizhady, Muhammad Sultanivar (2026) ANALISIS PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI TURKI DALAM PENARIKAN DIRI DARI KONVENSI ISTANBUL TAHUN 2021. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (COVER)
New Cover.pdf Download (857kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (355kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only until 29 August 2029. Download (440kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only until 29 August 2029. Download (313kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Download (265kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (295kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis perubahan kebijakan luar negeri Turki dalam penarikan dirinya dari Konvensi Istanbul pada Maret 2021 melalui kerangka model perubahan kebijakan luar negeri Joakim Eidenfalk (2006), yang membedakan sumber perubahan pada tingkat domestik dan internasional. Pada level domestik, penelitian ini menemukan bahwa birokrasi Turki bertransformasi dari institusi lembam menjadi instrumen fasilitator eksekutif pascasentralisasi kekuasaan presidensial 2018, sementara opini publik yang mayoritas menolak penarikan diri justru dikalahkan oleh tekanan politik kelompok minoritas konservatif. Media massa pro-pemerintah berperan aktif merekayasa kepanikan moral melalui narasi sekuritisasi gender, kelompok kepentingan konservatif memiliki akses struktural lebih besar dibanding koalisi feminis, dan partai politik mengalami pergeseran ideologis akibat koalisi Cumhur İttifakı dengan MHP serta tekanan elektoral dari YRP. Pada level internasional, kemunduran demokrasi global dan pandemi COVID 19 menciptakan variabel permisif yang mereduksi tekanan normatif Barat, disintegrasi normatif dengan Dewan Eropa berbanding lurus dengan penguatan aliansi Turki dengan Qatar, dan pertarungan legitimasi antara aktor non negara pro dan kontra konvensi turut membentuk persepsi elite. Penelitian menyimpulkan bahwa penarikan diri Turki merupakan hasil konvergensi jendela peluang (window of opportunity) domestik dan internasional yang dimanfaatkan Presiden Erdoğan secara strategis demi konsolidasi kekuasaan. Kata kunci: Konvensi Istanbul, perubahan kebijakan luar negeri, Joakim Eidenfalk, Turki, window of opportunity, gender
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform J Political Science > JF Political institutions (General) J Political Science > JZ International relations J Political Science > JF Political institutions (General) > JF20-1177 General Comparative government |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of International Relations | ||||||||
| Depositing User: | sultan nivar savizhady | ||||||||
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:46 | ||||||||
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:46 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/59247 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
