Khoiruddin, Amir (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEABSAHAN SKEMA TABUNGAN EMAS DIGITAL DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA. Masters thesis, UPN VETERAN JAWA TIMUR.
|
Text (COVER)
Cover - Amir-merged-dikompresi (1)-digabungkan.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1 - TESIS AMIR)
BAB 1 - TESIS AMIR.pdf Download (776kB) |
|
|
Text (BAB II - TESIS AMIR)
BAB 2 - TESIS AMIR.pdf Restricted to Repository staff only until 18 August 2029. Download (695kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III - TESIS AMIR)
BAB 3 - TESIS AMIR.pdf Restricted to Repository staff only until 18 August 2029. Download (711kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV - TESIS AMIR)
BAB 4 - TESIS AMIR.pdf Download (288kB) |
|
|
Text (DAFPUS - TESIS AMIR)
DAFPUS - TESIS AMIR.pdf Download (340kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN - TESIS AMIR)
LAMPIRAN TESIS AMIR.pdf Restricted to Repository staff only until 18 August 2029. Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi di sektor keuangan, salah satunya melalui skema tabungan emas digital yang memberikan kemudahan akses investasi bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut menimbulkan berbagai persoalan hukum terkait keabsahan hubungan hukum antara penyelenggara dan konsumen, kepastian kepemilikan emas, serta perlindungan hukum terhadap konsumen apabila terjadi wanprestasi, kegagalan sistem, atau penyalahgunaan dana. Dari perspektif hukum Islam, skema ini juga menimbulkan permasalahan mengenai kesesuaian akad, mekanisme penyerahan (qabdh), dan pemenuhan prinsip syariah yang menghindari unsur riba, gharar, dan maisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan skema tabungan emas digital menurut hukum positif dan hukum Islam di Indonesia serta menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan komparatif. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier h dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan sifat penelitian preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan skema tabungan emas digital menurut hukum positif bergantung pada terpenuhinya syarat sah perjanjian, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan mengenai perdagangan berjangka komoditi, perlindungan konsumen, perdagangan melalui sistem elektronik, dan sektor jasa keuangan. Sementara itu, menurut hukum Islam, skema tersebut dinilai sah sepanjang memenuhi rukun dan syarat akad, menjamin kepastian kepemilikan emas, menerapkan mekanisme qabdh yang dibenarkan secara syariah, serta terbebas dari unsur riba, gharar, dan maisir. Penelitian ini menawarkan analisis komparatif yang mengintegrasikan hukum positif dan hukum Islam sebagai dasar penguatan perlindungan hukum bagi konsumen serta harmonisasi regulasi guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dalam penyelenggaraan tabungan emas digital di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Law > Magister Law | ||||||||
| Depositing User: | AMIR KHOIRUDDIN | ||||||||
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 08:38 | ||||||||
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:30 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/58671 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
