Wulandari, Bunga Angela Lintang (2026) KEKUATAN KWITANSI SEBAGAI ALAT BUKTI DI PENGADILAN: ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANYUMAS NOMOR 27/PDT.G/2025. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
19071010112_Cover.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (Bab I)
19071010112_Bab I.pdf Download (414kB) |
|
|
Text (Bab II)
19071010112_Bab II.pdf Restricted to Repository staff only until 24 July 2029. Download (287kB) |
|
|
Text (Bab III)
19071010112_Bab III.pdf Restricted to Repository staff only until 24 July 2029. Download (249kB) |
|
|
Text (Bab IV)
19071010112_Bab IV.pdf Download (252kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
19071010112_Daftar Pustaka.pdf Download (241kB) |
|
|
Text (Lampiran)
19071010112_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only until 24 July 2029. Download (2MB) |
Abstract
Perjanjian jual beli tanah merupakan perbuatan hukum yang tidak hanya melibatkan ketentuan hukum perjanjian saja, melainkan juga melibatkan ketentuan hukum agraria. Ketentuan tersebut mewabjibkan untuk melakukan pendaftaran tanah agar para pemegang hak atas tanah memiliki kepastian hukum dan terjamin oleh Pemerintah. Namun pada pelaksanaannya, masyarakat adat masih melakukan perjanjian jual beli hanya dengan bukti kwitansi sementara tanpa mendaftarkan tanahnya melalui PPAT. Penelitian ini merumuskan masalah mengenai bagaimana kekuatan hukum kwitansi sementara sebagai alat bukti di Pengadilan dan bagaimana akibat hukum dari penggunaan kwitansi sementara sebagai alat bukti di Pengadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan kwitansi sementara sebagai alat bukti di Pengadilan beserta akibat hukumnya. Dengan metode yuridis normatif dan pendekatan perundang-undangan, penelitian ini mengkaji data sekunder dari berbagai literatur hukum dan dokumen hukum perdata. Landasan teori yang digunakan adalah teori pembuktian dan teori kepastian hukum untuk menganalisis kekuatan pembuktian kwitansi sementara serta akibat hukum penggunaannya dalam sengketa jual beli tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kwitansi sementara hanya memiliki kekuatan sebagai alat bukti pembayaran dan tidak cukup membuktikan jual beli tanah secara sah. Akibat hukumnya, jual beli tidak diakui, namun Tergugat tetap diwajibkan mengembalikan uang kepada Penggugat berdasarkan pertimbangan ex aequo et bono.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Law | ||||||||
| Depositing User: | Bunga Angela Lintang | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 09:14 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2026 09:30 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/58074 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
