INTERMITTENT MOVING BED BIOFILM REACTOR DENGAN PENAMBAHAN ZEOLIT UNTUK PENYISIHAN AMONIA DAN NITRAT PADA LIMBAH TINJA

Wibowo, Reonald (2026) INTERMITTENT MOVING BED BIOFILM REACTOR DENGAN PENAMBAHAN ZEOLIT UNTUK PENYISIHAN AMONIA DAN NITRAT PADA LIMBAH TINJA. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.

[img] Text (COVER)
cover.pdf

Download (3MB)
[img] Text (BAB 1)
bab 1.pdf

Download (229kB)
[img] Text (BAB 2)
bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 July 2029.

Download (723kB)
[img] Text (BAB 3)
bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 July 2029.

Download (848kB)
[img] Text (BAB 4)
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 July 2029.

Download (931kB)
[img] Text (BAB 5)
bab 5.pdf

Download (227kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka.pdf

Download (231kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
lampiran.pdf

Download (7MB)

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Keputih Surabaya menghadapi kendala ketidakkonsistenan efluen dalam memenuhi baku mutu lingkungan, terutama pada parameter amonia akibat keterbatasan kinerja unit biologis Oxidation Ditch konvensional. Karakteristik limbah tinja dengan rasio karbon-ke-nitrogen yang rendah membatasi proses denitrifikasi sehingga memicu akumulasi nitrat. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kinerja kombinasi reaktor Intermittent Moving Bed Biofilm Reactor dan zeolit alam teraktivasi sebagai unit pengolahan lanjutan untuk menyisihkan parameter amonia, nitrat, dan COD. Penelitian skala laboratorium ini dijalankan dengan sistem Sequencing Batch Reactor menggunakan media Kaldnes K3 (fraksi volume 45%) dengan Hydraulics Retention Time selama 12 jam. Desain eksperimen menggunakan variasi siklus aerasi intermiten, yaitu siklus 3:3:3:3 jam dan siklus 4:2:4:2 jam, serta variasi dosis zeolit teraktivasi sebesar 0 g/L (kontrol), 25 g/L, dan 50 g/L. Analisis statistik diuji menggunakan Three-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik siklus oxic-anoxic maupun dosis zeolit memberikan pengaruh yang signifikan (P=0,000) terhadap penyisihan COD, amonia, dan nitrat. Siklus 4:2:4:2 jam memberikan performa optimal untuk penyisihan COD dan amonia akibat ketersediaan waktu kontak oksigen yang lebih panjang , sedangkan siklus 3:3:3:3 jam optimal untuk reduksi nitrat karena durasi anoksik yang memadai bagi bakteri denitrifikasi heterotrof. Penambahan zeolit terbukti memberikan efek sinergis melalui mekanisme pertukaran ion dan adsorpsi fisikokimia. Konfigurasi operasional optimum secara keseluruhan dicapai pada reaktor R6 dengan siklus 4:2:4:2 jam dan dosis zeolit 50 g/L yang menghasilkan efisiensi penyisihan COD sebesar 84,3% dan amonia sebesar 89,1%, dengan penyisihan nitrat sebesar 23,7%. Kombinasi sistem MBBR intermiten dan zeolit terbukti efektif dalam meminimalisasi polutan nitrogen pada pengolahan limbah tinja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorNovembrianto, RizkaNIDN0027118712UNSPECIFIED
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Environmental Engineering
Depositing User: Reonald Adhi Wibowo
Date Deposited: 22 Jul 2026 07:04
Last Modified: 22 Jul 2026 07:05
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/57293

Actions (login required)

View Item View Item