Rosand, Gwyneth (2026) ANALISIS WACANA KRITIS REPRESENTASI PEREMPUAN BERDAYA DALAM KONTEN MEDIA SOSIAL TIKTOK @LIVLAUFLOVE. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
22043010207.-COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 1)
22043010207.-BAB 1.pdf Download (178kB) |
|
|
Text (Bab 2)
22043010207.-bab2.pdf Restricted to Repository staff only until 21 July 2029. Download (367kB) |
|
|
Text (Bab 3)
22043010207.-bab3.pdf Restricted to Repository staff only until 21 July 2029. Download (709kB) |
|
|
Text (Bab 4)
22043010207.-bab4.pdf Restricted to Repository staff only until 21 July 2029. Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 5)
22043010207.-bab5.pdf Download (129kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
22043010207.-daftarpustaka.pdf Download (168kB) |
|
|
Text (Lampiran)
22043010207.-lampiran.pdf Restricted to Repository staff only until 21 July 2029. Download (649kB) |
Abstract
Media Sosial TikTok kini bergerak menjadi ruang publik untuk menyalurkan berbagai paham, dan feminisme menjadi salah satunya. Salah satu bentuk agenda feminisme terkait refleksi perempuan berdaya dalam media sosial TikTok adalah tren “feminie energy”. Terkait fenomena ini, penulis tertarik pada akun TikTok @livlauflove yang turut membagikan konten bertema “women empowerment”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan berdaya dalam akun TikTok @livlauflove dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis perspektif feminis yang dikembangkan oleh Sara Mills. Fokus penelitian ini adalah mengungkap bagaimana wacana feminisme yang ditampilkan tidak sepenuhnya bersifat emansipatoris, melainkan turut mereproduksi nilai-nilai patriarki secara terselubung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis teks terhadap konten-konten yang dipublikasikan oleh akun @livlauflove. Penelitian kemudian menunjukkan bahwa pada level posisi subjek–objek, perempuan direpresentasikan sebagai subjek, namun tetap didefinisikan dalam relasi terhadap laki-laki sebagai pusat orientasi. Pada level posisi pembaca, audiens diposisikan secara hegemonik. Sementara itu, pada level interpretasi sosial dan budaya, wacana yang dibangun mencerminkan fenomena feminisme salah kaprah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten TikTok @livlauflove merepresentasikan feminisme dalam bayang-bayang patriarki, di mana praktik diskursif yang tampak progresif sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ideologi dominan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication | ||||||||
| Depositing User: | Gwyneth Gwen Rosand | ||||||||
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 04:47 | ||||||||
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:24 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/56955 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
