Al Khozini, Ikhwanul Kirom (2026) MITIGASI RISIKO SUPPLY CHAIN DI DIVISI PRODUKSI PROCESSING EQUIPMENT PT. MECO INOXPRIMA DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) DAN BEST WORST METHOD (BWM). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa TImur.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (241kB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only until 22 July 2029. Download (335kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only until 22 July 2029. Download (143kB) |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only until 22 July 2029. Download (666kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Download (108kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (191kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 22 July 2028. Download (8MB) |
Abstract
Di tengah persaingan global, PT. Meco Inoxprima sebagai perusahaan manufaktur processing equipment bersistem make-to-order (MTO) dituntut beroperasi secara efisien, namun karakteristik MTO memicu ketidakpastian waktu baku dan kapasitas produksi. Adanya gangguan dalam proses supply chain sepanjang tahun 2025 mengakibatkan tingginya kasus keterlambatan pengiriman produk yang tidak sesuai dengan kontrak kerja, sehingga berisiko merusak reputasi perusahaan dan menimbulkan penalti finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan agen penyebab risiko (risk agent), menentukan risk agent dominan yang paling kritis, serta merancang strategi mitigasi terbaik untuk meminimalkan potensi keterlambatan produksi. Metode yang digunakan adalah integrasi House of Risk (HOR) dan Best Worst Method (BWM). HOR tahap 1 digunakan untuk memetakan risiko berdasarkan nilai Severity dan Occurrence guna menghitung Aggregate Risk Potential (ARP), HOR tahap 2 untuk mengukur rasio efektivitas-kesulitan (Effectiveness to Difficulty), sedangkan BWM diterapkan sebagai instrumen untuk pembobotan ulang risk agent prioritas berdasarkan preferensi pengambil keputusan. Hasil HOR tahap 1 berhasil mengidentifikasi 21 risk event dan 25 risk agent, dengan 7 risk agent masuk sebagai prioritas berdasarkan analisis pareto. Setelah dilakukan pembobotan menggunakan BWM, ditemukan 3 risk agent paling dominan, yaitu adanya gambar revisi terbaru (A18), tingkat pekerjaan yang rumit (A5), dan kesalahan operator (A1). Melalui brainstorming, dirancang 4 tindakan preventif (preventive action) pada HOR Tahap 2 yang harus diprioritaskan. Hasil perangkingan preventive action yang harus diprioritaskan penanganannya pertama adalah PA1 (Perbaikan kontrol dokumen dan informasi), PA3 (Pelatihan operator) di urutan kedua, PA2 (Penerapan job simplification) di urutan ketiga, dan PA4 (Perbaikan sistem pengawasan dan QC) di urutan terakhir.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T55.4-60.8 Industrial engineering. Management engineering | ||||||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Industrial Engineering | ||||||||||||
| Depositing User: | Ikhwanul Kirom Al Khozini | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 07:34 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Jul 2026 00:46 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/56430 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
