Zaki, Achmad An'Im Zaidan Abu (2026) POLA KOMUNIKASI DAN MANAJEMEN KONFLIK ANTARBUDAYA ANTARA PELATIH ASING DAN ATLET DI SASANA WUSHU YASANIS SURABAYA. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (COVER)
cover fix.pdf Download (895kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (236kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only until 20 July 2029. Download (570kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only until 20 July 2029. Download (307kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only until 20 July 2029. Download (461kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Download (255kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (269kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only until 20 July 2029. Download (652kB) |
Abstract
Komunikasi antara pelatih asing dan atlet merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan olahraga karena mendukung penyampaian instruksi, evaluasi, dan koordinasi selama latihan. Perbedaan bahasa dan latar belakang budaya dapat memengaruhi proses komunikasi serta menimbulkan ketidakpastian dan konflik dalam interaksi antara pelatih dan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi dan manajemen konflik antarbudaya antara pelatih asing dan atlet di Sasana Wushu Yasanis Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas satu pelatih asing asal Tiongkok dan empat atlet yang aktif mengikuti latihan di Sasana Wushu Yasanis Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terbentuk antara pelatih dan atlet cenderung bersifat instruksional dengan pelatih sebagai pihak yang dominan dalam memberikan instruksi, koreksi teknik, evaluasi, dan demonstrasi gerakan selama proses latihan. Perbedaan bahasa pada awal interaksi menyebabkan munculnya ketidakpastian dalam memahami instruksi, sehingga pelatih dan atlet melakukan penyesuaian komunikasi melalui demonstrasi gerakan, komunikasi nonverbal, pengulangan instruksi, penggunaan penerjemah pada kondisi tertentu, serta pembelajaran kosakata bahasa masing-masing. Manajemen konflik antarbudaya dilakukan melalui proses adaptasi komunikasi yang ditunjukkan dengan kesediaan pelatih dan atlet untuk saling menyesuaikan cara berkomunikasi, memahami karakter komunikasi masing-masing, serta mengelola ketegangan yang muncul akibat perbedaan cara memaknai intonasi suara, gaya komunikasi, dan bentuk koreksi selama latihan. Proses tersebut membuat konflik tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan dan komunikasi selama latihan berlangsung lebih efektif dibandingkan pada awal interaksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi dan manajemen konflik antarbudaya berperan dalam membangun pemahaman bersama antara pelatih asing dan atlet. Penyesuaian komunikasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak membantu mengurangi ketidakpastian, meminimalkan kesalahpahaman, serta mendukung kelancaran proses pembinaan atlet di Sasana Wushu Yasanis Surabaya. Kata Kunci: pola komunikasi, manajemen konflik antarbudaya, komunikasi antarbudaya, pelatih asing, atlet wushu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P99.5 Non Verbal communication | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of Communication | ||||||||
| Depositing User: | Achmad An'Im Zaidan Abu Zaki | ||||||||
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:29 | ||||||||
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:52 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/56001 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
