Ardiansyah, Lutfi (2026) PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI FILIPINA TERHADAP TIONGKOK DALAM SENGKETA LAUT CINA SELATAN PADA ERA FERDINAND MARCOS JR. (2023-2024). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
File Cover.pdf Download (882kB) |
|
|
Text (Bab 1)
File BAB 1.pdf Download (293kB) |
|
|
Text (Bab 2)
File BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only until 16 July 2029. Download (512kB) |
|
|
Text (Bab 3)
File BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only until 16 July 2029. Download (318kB) |
|
|
Text (Bab 4)
File BAB 4.pdf Download (171kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
File Daftar Pustaka.pdf Download (195kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis perubahan kebijakan luar negeri Filipina terhadap Tiongkok dalam sengketa Laut China Selatan pada era Ferdinand Marcos Jr. periode 2023–2024. Penelitian menggunakan teori Foreign Policy Change dari Joakim Eidenfalk, khususnya konsep sources of changes dan windows of opportunity, untuk menjelaskan faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan kebijakan luar negeri Filipina. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif dengan pendekatan kualitatif serta teknik analisis naratif melalui studi literatur dan dokumen resmi yang berasal dari sumber pemerintah, organisasi internasional, lembaga penelitian, dan media kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebijakan luar negeri Filipina merupakan hasil interaksi antara faktor domestik dan faktor internasional yang menciptakan peluang bagi pemerintahan Marcos Jr. untuk melakukan penyesuaian kebijakan. Dari sisi domestik, perubahan dipengaruhi oleh birokrasi keamanan seperti Department of Foreign Affairs (DFA), Department of National Defense (DND), Armed Forces of the Philippines (AFP), dan Philippine Coast Guard (PCG), dukungan koalisi politik UniTeam, tekanan kelompok kepentingan seperti PAMALAKAYA dan Atin Ito Coalition, pemberitaan media nasional, serta meningkatnya sentimen publik yang tidak mempercayai Tiongkok. Dari sisi internasional, perubahan dipengaruhi oleh meningkatnya tindakan koersif Tiongkok di Laut China Selatan, memburuknya hubungan bilateral Filipina-Tiongkok, keterbatasan ASEAN dalam merespons sengketa kawasan, rivalitas strategis AS-Tiongkok, serta pengaruh aktor non-negara seperti Permanent Court of Arbitration (PCA) sebagai landasan normatif dari International Court of Justice (ICJ), Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI-CSIS), dan International Crisis Group (ICG). Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk windows of opportunity yang dimanfaatkan Marcos Jr. melalui penguatan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat melalui Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA), peningkatan patroli bersama, revitalisasi putusan Arbitrase Laut China Selatan 2016, dan penerapan sikap diplomatik yang lebih tegas terhadap Tiongkok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan kebijakan luar negeri Filipina pada era Ferdinand Marcos Jr. termasuk dalam kategori program change, yaitu perubahan pada instrumen dan strategi pelaksanaan kebijakan tanpa mengubah tujuan utama politik luar negeri Filipina untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya di Laut China Selatan. Kata Kunci: Kebijakan Luar Negeri, Filipina, Ferdinand Marcos Jr., Laut China Selatan, Eidenfalk, Program Change.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations | ||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of International Relations | ||||||||
| Depositing User: | Lutfi Ardiansyah | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:59 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Jul 2026 05:12 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/55706 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
