PRINATA, MUHAMMAD HAFIDZ (2026) PERAN ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN NATIONS DALAM MENANGANI KETEGANGAN DI LAUT CINA SELATAN TAHUN 2019-2025. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.
|
Text (COVER)
COVER FIXX.pdf Download (6MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (177kB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only until 16 July 2029. Download (148kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only until 16 July 2029. Download (7MB) |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Download (116kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (127kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam menangani ketegangan di Laut Cina Selatan (LCS) periode 2019–2025, dengan menggunakan kerangka analisis Clive Archer yang memposisikan organisasi internasional sebagai instrumen, arena, dan aktor. LCS merupakan wilayah strategis yang rawan eskalasi akibat klaim tumpang tindih antara beberapa negara anggota ASEAN dan Tiongkok, sehingga memerlukan pengelolaan yang efektif melalui mekanisme diplomasi regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari berbagai sumber kredibel, termasuk dokumen resmi ASEAN, pernyataan bersama pertemuan tingkat menteri, literatur akademik, serta laporan media internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai instrumen, ASEAN berfungsi sebagai sarana negara anggota untuk merespons tekanan eksternal tanpa konfrontasi langsung, meski efektivitasnya sering terhambat oleh perbedaan kepentingan dan ketergantungan ekonomi sebagian anggota pada Tiongkok. Sebagai arena, ASEAN menyediakan platform deliberatif seperti Senior Officials’ Meeting on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (SOM–DoC) dan ASEAN Regional Forum (ARF), yang berkontribusi pada pencapaian Single Draft Negotiating Text (2019) dan percepatan pembahasan Code of Conduct (CoC) pada 2023 sebagai norma perilaku maritim. Sebagai aktor, ASEAN menunjukkan kapasitas terbatas namun signifikan dalam mendorong kerangka normatif yang lebih legally binding, menegaskan mekanisme penyelesaian damai, serta mempertahankan inklusivitas keamanan di kawasan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konsensus internal, reformasi mekanisme pengambilan keputusan, dan optimalisasi peran diplomasi normatif untuk meningkatkan daya tawar ASEAN di tengah rivalitas geopolitik. Dengan demikian, ASEAN memainkan peranan kunci dalam upaya menjaga stabilitas kawasan dan mencegah ekskalasi konflik di LCS. Kata Kunci: ASEAN, Laut Cina Selatan, Code of Conduct, Diplomasi Regional
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform J Political Science > JA Political science (General) |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of International Relations | ||||||||
| Depositing User: | MUHAMMAD HAFIDZ PRINATA | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:36 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:36 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/55661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
