Utomo, Dinda Refi (2026) ANALISIS SEKURITISASI ISU MIGRASI DALAM KEBIJAKAN MIGRASI AUSTRALIA PADA MASA PEMERINTAHAN SCOTT MORRISON TAHUN 2018 - 2022. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.
|
Text (Cover)
22044010182_COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (Bab 1)
22044010182_BAB 1.pdf Download (267kB) |
|
|
Text (Bab 2)
22044010182_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only until 16 July 2029. Download (453kB) |
|
|
Text (Bab 3)
22044010182_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only until 16 July 2029. Download (481kB) |
|
|
Text (Bab 4)
22044010182_BAB 4.pdf Download (168kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
22044010182_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (179kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sekuritisasi migrasi Australia pada masa pemerintahan Scott Morrison tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis The Securitization of Migration yang dikemukakan oleh Philippe Bourbeau dengan fokus pada dua dimensi utama, yaitu Institutional Dimension (legal, policy statement, dan saliency) serta Security Practice (interdiction dan detention). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang bersumber dari literatur akademik, dokumen resmi pemerintah Australia, laporan organisasi internasional, dan berbagai sumber sekunder lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuritisasi migrasi pada masa pemerintahan Scott Morrison diwujudkan melalui penguatan perlindungan perbatasan (strong border protection), keberlanjutan Temporary Protection Visas (TPVs), pengurangan kuota migrasi permanen menjadi 160.000 tempat per tahun, serta keberlanjutan Operation Sovereign Borders (OSB). Pada dimensi Security Practice, pemerintah Australia menerapkan berbagai tindakan seperti intersepsi kapal migran, turn-back operations, kampanye No Way. You Will Not Make Australia Home, serta praktik onshore detention dan offshore processing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa migrasi tidak teratur (irregular migration) diposisikan sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, integritas perbatasan, dan kedaulatan negara, sehingga mendorong pemerintah untuk menerapkan berbagai langkah pengendalian migrasi yang bersifat luar biasa (extraordinary measures). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan migrasi Australia pada era Scott Morrison merupakan manifestasi nyata dari proses sekuritisasi migrasi, di mana isu migrasi tidak teratur dikonstruksikan sebagai isu keamanan dan diterjemahkan ke dalam kebijakan serta praktik keamanan yang konkret selama periode 2018-2022. Kata kunci: Sekuritisasi Migrasi, Australia, Scott Morrison, Kebijakan Migrasi, Keamanan Nasional, Interdiction, Detention.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | J Political Science > JV Colonies and colonization. Emigration and immigration. International migration J Political Science > JZ International relations |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Departement of International Relations | ||||||||
| Depositing User: | Dinda Refi Utomo | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 06:03 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Jul 2026 06:03 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/55657 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
