ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI AGROFORESTRY KOPI ROBUSTA DI DESA DAMPIT KECAMATAN DAMPIT KABUPATEN MALANG (STUDI KASUS LMDH WONOSARI)

Putri, Adinda Amalia (2026) ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI AGROFORESTRY KOPI ROBUSTA DI DESA DAMPIT KECAMATAN DAMPIT KABUPATEN MALANG (STUDI KASUS LMDH WONOSARI). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img] Text (COVER)
2202401089-cover.pdf.pdf

Download (625kB)
[img] Text (BAB 1)
22024010189.-bab 1.pdf.pdf

Download (383kB)
[img] Text (BAB 2)
22024010189.-bab 2.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
22024010189.-bab 3.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (588kB)
[img] Text (BAB 4)
22024010189.-bab 4.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until July 2029.

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5)
22024010189.-bab 5.pdf.pdf

Download (421kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
22024010189.-daftarpustaka.pdf.pdf

Download (496kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
22024010189.-lampiran.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only until 2029.

Download (1MB)

Abstract

Sektor perkebunan kopi memegang peranan krusial dalam perekonomian nasional dan penyediaan mata pencaharian bagi masyarakat perdesaan di sekitar kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberlanjutan usahatani kopi robusta pada program kemitraan antara Perum Perhutani KPH Malang (BKPH Dampit) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonosari di Desa Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, serta merumuskan strategi prioritas perbaikan pada dimensi yang kurang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan multidimensi yang mengintegrasikan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) untuk penilaian status keberlanjutan, dilanjutkan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk penentuan prioritas strategi perbaikan. Data primer dikumpulkan dari 33 petani responden dan 7 pakar (expert judgment). Hasil analisis MDS menunjukkan status keberlanjutan usahatani kopi bersifat multidimensi: dimensi sosial berada pada kategori cukup berkelanjutan (64,79) , diikuti dimensi ekologi (58,69) dan dimensi ekonomi (57,83). Namun demikian, dimensi teknologi (40,32) dan dimensi kelembagaan (38,62) berada pada kategori kurang berkelanjutan (less sustainable). Berdasarkan analisis leverage, atribut sensitif yang membatasi keberlanjutan meliputi ketersediaan dukungan penyuluhan pertanian, penerapan teknologi pascapanen, adopsi teknologi budidaya, ketersediaan infrastruktur, ketersediaan lembaga penyalur saprodi, dan fasilitas penyimpanan kopi. Analisis lanjutan menggunakan AHP menetapkan bahwa strategi prioritas global yang paling diutamakan untuk memperbaiki kondisi keberlanjutan adalah Penyediaan Bantuan dan Subsidi Sarana Produksi Pertanian (Saprodi), Kopi. Integrasi program pembinaan teknis dan penguatan kelembagaan lokal sangat direkomendasikan demi menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani mitra. Kata Kunci: Agroforestry, Kopi Robusta, Keberlanjutan, MDS-RAPFISH, AHP.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRizkiyah, NoorNIDN1120077401noor.rizkiyah.agribis@upnjatim.ac.id
Thesis advisorSetiawan, Risqi FirdausNIDN00076069601risqi.f.agribis@upnjatim.ac.id
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Departement of Agribusiness
Depositing User: Adinda Amalia Putri
Date Deposited: 21 Jul 2026 01:46
Last Modified: 21 Jul 2026 02:41
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/55193

Actions (login required)

View Item View Item