Content uploaded by Handri Maika Saputra
Author content
All content in this area was uploaded by Handri Maika Saputra on Mar 17, 2025
Content may be subject to copyright.
ERGONOMI KERJA:
ERGONOMI KERJA:
MENGOPTIMALKAN KESEIMBANGAN
MENGOPTIMALKAN KESEIMBANGAN
ANTARA KENYAMANAN DAN
ANTARA KENYAMANAN DAN
PRODUKTIVITAS
PRODUKTIVITAS
Penulis :
Mega Cattleya Prameswari Annissaa Islami
Zayyinul Hayati Zen
Nurul Ilmi
Fitriana Dina Rizkina
ERGONOMI KERJA: MENGOPTIMALKAN
KESEIMBANGAN ANTARA KENYAMANAN DAN
PRODUKTIVITAS
Mega Cattleya Prameswari Annissaa Islami
Zayyinul Hayati Zen
Nurul Ilmi
Fitriana Dina Rizkina
GET PRESS INDONESIA
ERGONOMI KERJA: MENGOPTIMALKAN
KESEIMBANGAN ANTARA KENYAMANAN DAN
PRODUKTIVITAS
Penulis :
Mega Cattleya Prameswari Annissaa Islami
Zayyinul Hayati Zen
Nurul Ilmi
Fitriana Dina Rizkina
Jln. Palarik Air Pacah No 26 Kel. Air Pacah
Kec. Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat
dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit.
ISBN : 978-623-125-674-4
Editor : Diana Purnama Sari M.E
Penyunting : Tri Putri Wahyuni. S.Pd
Desain Sampul dan Tata Letak : Atyka Trianisa, S.Pd
Penerbit : GET PRESS INDONESIA
Anggota IKAPI No. 033/SBA/2022
Redaksi :
Website : www. getpress.co.id
Email : adm.getpress@gmail.com
Cetakan pertama, Maret 2025
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan
i
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT dalam
segala kesempatan. Sholawat beriring salam dan doa kita sampaikan
kepada Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah atas Rahmat dan
Karunia-Nya penulis telah menyelesaikan Buku Ergonomi Kerja:
Mengoptimalkan Keseimbangan Antara Kenyamanan Dan
Produktivitas ini.
Buku Ini Membahas Pendahuluan Ergonomi Kerja, Prinsip-
Prinsip Ergonomi, Ergonomi dan Teknologi Modern, Mengukur dan
Mengelola Ergonomi Kerja.
Proses penulisan buku ini berhasil diselesaikan atas
kerjasama tim penulis. Demi kualitas yang lebih baik dan kepuasan
para pembaca, saran dan masukan yang membangun dari pembaca
sangat kami harapkan.
Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah mendukung dalam penyelesaian buku ini. Terutama pihak
yang telah membantu terbitnya buku ini dan telah mempercayakan
mendorong, dan menginisiasi terbitnya buku ini. Semoga buku ini
dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Padang, Februari 2025
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................. v
BAB 1 PENGANTAR ERGONOMI KERJA .................................. 1
1.1 Konsep Dasar Ergonomi .................................................................... 1
1.2 Definisi Ergonomi .................................................................................. 2
1.3 Tujuan & Manfaat Ergonomi ........................................................... 4
1.4 Keseimbangan Dalam Ergonomi .................................................. 5
1.5 Peningkatan Produktivitas dan Kesehatan Kerja
Melalui Peran Ergonomi .................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 11
BAB 2 PRINSIP-PRINSIP ERGONOMI ....................................... 13
2.1 Pendahuluan ............................................................................................. 13
2.2 Perspektif tentang Ergonomi .......................................................... 14
2.3 Prinsip-prinsip Ergonomi ................................................................. 17
2.3.1 Bekerja dalam posisi netral ................................................... 17
2.3.2 Mengurangi penggunaan tenaga berlebihan .............. 18
2.3.3 Menjaga Barang dalam Jangkauan Mudah ................... 18
2.3.4 Bekerja pada Ketinggian yang Sesuai .............................. 20
2.3.5 Mengurangi gerakan berlebihan ........................................ 20
2.3.6 Meminimalkan Kelelahan dan Beban Statis .............. 21
2.3.7 Mengurangi Tekanan pada Titik Tertentu.................... 22
2.3.8 Membuat Lebih Leluasa Bergerak ..................................... 23
2.3.9 Bergerak, Berolahraga, dan Meregangkan Tubuh ... 24
2.3.10 Menjaga Lingkungan Kerja yang Nyaman ................. 26
2.4 Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Berbagai
Konteks Kerja ......................................................................................... 27
2.4.1 Industri Manufaktur .................................................................. 27
2.4.2 Kantor dan Lingkungan Kerja Modern ........................... 28
2.4.3 Lingkungan Domestik ............................................................... 29
2.5 Manfaat Penerapan Prinsip-Prinsip Ergonomi .................... 30
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 33
BAB 3 ERGONOMI DAN TEKNOLOGI MODERN................... 35
3.1 Pendahuluan ............................................................................................. 35
iv
4.6.2 Tren dan inovasi masa depan dalam
ergonomi industri ...................................................................... 56
4.6.3 Perkembangan kebijakan dan regulasi ergonomi ... 56
4.7 Kesimpulan dan Rekomendasi ...................................................... 57
4.7.1 Ringkasan temuan utama ....................................................... 57
4.7.2 Rekomendasi untuk perusahaan dan pekerja ............ 58
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 59
BIODATA PENULIS
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Keseimbangan Tuntutan & Kapasitas
Kerja ........................................................................................ 6
Gambar 2.1. Perspektif tentang Ergonomi ................................... 14
Gambar 2.2. Ergonomi dalam kehidupan sehari-hari............ 16
Gambar 4.1. Berbagai Rekomendasi Desain Mouse ............... 41
vi
1
BAB 1
PENGANTAR ERGONOMI KERJA
1.1 Konsep Dasar Ergonomi
Aktivitas kerja merupakan serangkaian tugas atau pekerjaan
yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu lingkungan kerja untuk
mencapai tujuan tertentu. Aktivitas kerja melibatkan interaksi
antara manusia, peralatan, metode kerja, dan lingkungan kerja, yang
semuanya dapat mempengaruhi efisiensi, kenyamanan, dan
kesehatan pekerja (Winata, 2022). Tempat kerja merujuk pada
suatu lokasi, baik dalam bentuk ruangan atau lapangan, yang bisa
bersifat tertutup maupun terbuka, serta dapat berpindah atau tetap,
dimana tenaga kerja melaksanakan tugasnya atau sering
mengaksesnya untuk keperluan suatu usaha. Lokasi ini juga
mengandung potensi bahaya sebagaimana diuraikan dalam Pasal 2
(Pasal 1 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja) (Malau, 2022). Dalam kaitannya dengan ergonomi, Ergonomi
berperan dalam merancang tempat kerja agar sesuai dengan
kemampuan dan keterbatasan manusia, sehingga dapat mengurangi
risiko cedera, meningkatkan kenyamanan, dan meningkatkan
efisiensi kerja. Selain itu, tempat kerja juga memiliki potensi bahaya
yang perlu dikelola.
Ergonomi sendiri merupakan disiplin ilmu yang mempelajari
hubungan antara manusia dan pekerjaannya, dengan tujuan
menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan efisien
(Karwowski, 2006). Beberapa definisi menyebutkan bahwa
ergonomi bertujuan untuk menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja
("fitting the job to the worker"). Sementara itu, menurut
International Labour Organization (ILO), ergonomi merupakan ilmu
terapan yang menggabungkan aspek biologi manusia dengan
prinsip-prinsip teknik dalam konteks pekerjaan dan lingkungan
kerja, dengan tujuan meningkatkan kepuasan kerja secara optimal
serta mendukung peningkatan produktivitas (Hulshof et al., 2021).
Di lingkungan kerja, pengusaha memiliki tanggung jawab untuk
2
menjamin keselamatan karyawan. Hal ini mencakup memastikan
bahwa seluruh peralatan, perangkat, dan perabotan memenuhi
standar yang ditetapkan secara nasional serta tidak menimbulkan
risiko gangguan muskuloskeletal (MSD’s) akibat pekerjaan. Menurut
Occupational Safety and Health Administration (OSHA), ergonomi
yang berfokus pada "fitting the job to the worker" berperan dalam
mengurangi kelelahan otot, meningkatkan produktivitas, serta
menurunkan jumlah dan tingkat keparahan MSD’s terkait pekerjaan
(Niu, 2010). Pekerja diberbagai sektor dapat menghadapi risiko
akibat faktor seperti postur tubuh yang kurang ideal dan tugas
berulang. Paparan terhadap faktor risiko ini meningkatkan
kemungkinan cedera pada pekerja.
1.2 Definisi Ergonomi
Untuk memahami lebih dalam mengenai Ergonomi, maka
perlu memahami terlebih dahulu pengertian Ergonomi dari para
peneliti terdahulu, yang dimana sebagian besar menyatakan bahwa
Ergonomi berkaitan dengan interaksi manusia dengan lingkungan
kerjanya. Berikut pengertian Ergonomi menurut beberapa peneliti
yang ada dalam (Wilson, 2000)
1. Ergonomics is a science which provides fundamental
understanding and also a technology applying that
understanding to problems of design in their widest sense
(Shackel, 1996).
2. The goal of human factors is to account for human
characteristics in systems design (Wickens et al., 1998).
3. Ergonomics is the theoretical and fundamental
understanding of human behaviour and performance in
purposeful interacting sociotechnical systems, and the
application of that understanding to design of interactions in
the context of real settings (Wilson, 2000).
4. Ergonomics is which explains people's interaction with other
things, and the instrumental knowledge which can be utilized
in design (Meister, D, 2018).
Bila dicermati dari pernyataan para peneliti terdahulu, secara
garis besar Ergonomi hanya membahas tentang manusia dan
3
pekerjaannya, akan tetapi apabila dicermati lebih dalam,
sebenarnya Ergonomi mencakup banyak aspek untuk mencapai
keseimbangan tidak hanya dalam aktivitas kerja namun juga
kehidupan manusia diluar pekerjaan. Bagaimana mengakomodasi
keterbatasan manusia dalam melakukan pekerjaan, namun tetap
dapat mencapai produktivitas kerja yang sesuai target, dan
meningkatkan derajat kesejahteraan manusia dengan menciptakan
lingkungan kerja, alat, dan sistem yang sesuai dengan kemampuan
serta keterbatasan manusia agar dapat meningkatkan kenyamanan,
efisiensi, dan keselamatan. Penerapan ergonomi yang baik, tidak
hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga risiko cedera dan
kelelahan dapat diminimalkan, sehingga kualitas hidup menjadi
lebih baik (Odebiyi and Okafor, 2023). Berdasarkan penjabaran
tersebut, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: “Ergonomi
merupakan ilmu atau penerapan teknologi yang bertujuan
menyesuaikan fasilitas kerja dengan memperhitungkan
kemampuan serta keterbatasan fisik dan mental manusia, sehingga
dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan”.
Ada banyak dimensi yang digunakan sebagai pertimbangan
untuk mewujudkan Ergonomi yang baik, namun secara sistemik
ditetapkan dimensi untuk mewujudkan sistem Ergonomi yang baik
disuatu tempat kerja (Santoso, 2022), yang meliputi beberapa
tahapan, yaitu:
1. Analisis Tugas dan Aktivitas Kerja, melalui proses
identifikasi dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan,
durasi kerja dan intensitas aktivitas kerja, serta
menganalisis interaksi antara pekerja, peralatan, dan
lingkungan kerja.
2. Pengukuran Antropometri Pekerja, menggunakan data
antropometri untuk menentukan dimensi yang sesuai
dengan pertimbangan variasi ukuran tubuh pekerja.
3. Evaluasi Faktor Ergonomis, dengan menyesuaikan desain
tempat kerja dengan prinsip ergonomi, serta menghindari
postur kerja yang dapat menyebabkan ketegangan otot dan
kelelahan.
4. Penyesuaian terhadap Lingkungan Kerja, dengan
memastikan faktor pencahayaan, suhu, tingkat kebisingan,
35
BAB 3
ERGONOMI DAN TEKNOLOGI
MODERN
3.1 Pendahuluan
Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara
manusia, pekerjaan, dan lingkungannya. Ilmu ergonomi telah
mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan kemajuan
teknologi modern. Dalam era digital yang serba cepat, teknologi
tidak hanya menjadi alat bantu tetapi juga menjadi bagian integral
dari desain lingkungan kerja. Ergonomi dalam teknologi modern
adalah aspek penting untuk meningkatkan keselamatan,
produktivitas, dan kesejahteraan pekerja di lingkungan industri
(Fallaha et al., 2020). Perkembangan teknologi yang canggih seperti
visi komputer, kecerdasan buatan, dan sistem cyber-fisik telah
mengubah praktik ergonomi menjadi lebih efisien dan efektif.
Teknologi ini juga mampu memfasilitasi pemantauan dan penilaian
risiko ergonomi secara berkelanjutan, sehingga meningkatkan
keselamatan kerja dan efisiensi operasional (Razali et al., 2024).
Teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), Internet
of Things (IoT), realitas virtual (VR), dan wearable devices, telah
membuka peluang baru untuk mengoptimalkan desain workstation,
mengurangi risiko cedera, dan meningkatkan efisiensi kerja. Namun,
di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak tepat juga dapat
menimbulkan tantangan baru, seperti ketegangan mata akibat
terlalu lama menatap layar digital, postur tubuh yang buruk, dan
stres akibat kelebihan informasi dan data. Oleh karena itu, penting
untuk memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara
bijaksana dalam konteks ergonomi. Bab ini akan membahas
bagaimana teknologi modern memengaruhi prinsip-prinsip
ergonomi, serta bagaimana integrasi antara ergonomi dan teknologi
dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, aman, dan
produktif.
36
3.2 Perkembangan Teknologi Modern dalam
Ergonomi
Perkembangan teknologi modern telah memberikan
dampak signifikan terhadap bidang ergonomi, yang secara
konvensional berfokus pada optimasi interaksi antara manusia,
peralatan, dan lingkungan kerja. Adanya implementasi teknologi
modern dalam ergonomi memberikan peningkatkan terhadap
kenyamanan kerja, efisiensi, serta kesejahteraan pekerja dengan
meminimalkan risiko cedera dan kelelahan (Hedge, 2020).
Teknologi juga berperan dalam menciptakan desain yang lebih
adaptif, lingkungan kerja yang lebih aman, serta peningkatan
produktivitas pekerja.
3.2.1 Ergonomi Digital dan Automasi
Teknologi digital telah merevolusi dunia kerja melalui
otomatisasi di berbagai sektor industri. Dengan bantuan sistem
berbasis AI dan machine learning, banyak tugas yang
sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi,
sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional (Pouyakian,
2022). Salah satu penerapan otomatisasi pada bidang industri
manufaktur adalah robot kolaboratif atau cobots digunakan
untuk menangani tugas berat yang berulang. Pada penelitian ini
dirancang batasan ruang kerja dan sistem keamanan kolaboratif
untuk robot dan operator manusia sehingga didapatkan hasil
yang maksimal (Sultanov et al., 2022).
Pada pendekatan ergonomi, yang perlu digaris bawahi
adalah bagaimana menggunakan pendekatan aspek manusia
pada alat atau mesin otomatis sekalipun. Hal ini dipaparkan
pada penelitian Grandi et al., (2022) bahwa mengintegrasikan
teknologi digital dalam mesin otomatis, perlu menekankan
faktor manusia pada perancangan desainnya. Penelitian ini
mengusulkan pendekatan transdisipliner untuk
mengidentifikasi masalah ergonomis mampu meningkatkan
kesejahteraan pekerja dan produktivitas dalam pengaturan
industri.
Dalam upaya perbaikan postur kerja dan penyakit akibat
kerja, ergonomi berbasis AI juga mampu memberikan perbaikan.
37
Penelitian oleh Ji et al., (2023) menggunakan Digital Human
Modelling (DHM) dalam menyimulasikan tugas dan pekerjaan
tenaga kesehatan, menganalisis tingkat kelelahan fisik, serta
mengevaluasi keselamatan kerja mereka. Hasilnya berupa
rekomendasi teknik pelatihan, perbaikan desain tempat kerja untuk
mengurangi keluhan muskuluskeletal dan perubahan sistem kerja
yang lebih baik. Tujuannya adalah memberikan rasa aman dan
nyaman bagi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kepuasan
pasien.
3.2.2 Internet of Things (IoT)
Internet of Things merupakan jaringan perangkat fisik yang
terhubung melalui internet, dilengkapi dengan sensor, perangkat
lunak, dan teknologi lain yang memungkinkan objek-objek tersebut
mampu mengumpulkan dan bertukar data (Ahram, 2019). Adapun
dalam konteks ergonomi, IoT dapat berperan sebagai:
1. Sistem pemantauan real-time menggunakan sensor-sensor
IoT dapat secara kontinyu memantau berbagai pengukuran
ergonomi seperti postur tubuh, tingkat pencahayaan, suhu
ruangan, dan tingkat kebisingan (Ghoos et al., 2024).
2. Pengumpulan data ergonomi dengan perangkat IoT dapat
menganalisa interaksi manusia dengan lingkungan kerjanya
sehingga dapat digunakan untuk mengoptimalkan desain
workspace dan peralatan (Vega-Barbas et al., 2019).
3. Sistem IoT dapat memberikan umpan balik dan penyesuaian
otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan
pengguna.
Beberapa penelitian penerapan IoT di bidang ergonomi
yakni penelitian oleh Zhu et al., (2024) merancang perangkat fisik
yang dapat dikenakan multisensor untuk memantau perilaku dan
hidrasi pengguna yang tidak banyak bergerak. Selain itu dipasang
virtual wearables yaitu perangkat lunak yang dapat menganalisis
status emosional berdasarkan pola penggunaan keyboard pekerja.
Hasilnya diketahui bahwa perbaikan desain tempat kerja
berpengaruh positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan
produktivitas pengguna. Penggunaan aplikasi berbasis IoT yang
65
BIODATA PENULIS
Mega Cattleya Prameswari Annissaa Islami, S.ST., M.T.
Dose
$
n Program Studi Te
$
knik Industri
Fakultas Te
$
knik & Sains Unive
$
rsitas Pe
$
mbangunan Nasional
“Ve
$
te
$
ran” Jawa Timur
Pe
$
nulis lahir di Surabaya tanggal 12 Nove
$
mbe
$
r 1992. Pe
$
nulis
adalah dose
$
n te
$
tap pada Program Studi Te
$
knik Industri Fakultas
Te
$
knik & Sains, Unive
$
rsitas Pe
$
mbangunan Nasional “Ve
$
te
$
ran” Jawa
Timur. Pe
$
nulis me
$
rupakan anak dari pasangan Ade
$
Harsono dan
Kus Indahyati. Pe
$
nulis me
$
nye
$
le
$
saikan pe
$
ndidikan S1 pada Program
Studi Te
$
knik Ke
$
se
$
lamatan & Ke
$
se
$
hatan Ke
$
rja dan me
$
lanjutkan S2
pada Program Studi Te
$
knik Industri. Pe
$
nulis dapat dihubungi
me
$
lalui e
$
mail: me
$
ga.cattle
$
ya.ti@upnjatim.ac.id.
66
BIODATA PENULIS
Ir. Zayyinul Hayati Zen, ST., MT
Dosen Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah Riau
Penulis merupakan seorang akademisi dan praktisi di bidang
Teknik Industri dengan fokus pada Ergonomi Industri. Lahir di
Bukittinggi pada tanggal 14 Januari 1988, penulis memulai
pendidikannya di SD Negeri 19 Koto Kociak, Kabupaten 50 Kota. Ia
kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 3 dan
SMA Negeri 2 Bukittinggi, sebelum akhirnya meraih gelar Sarjana
(S1) di Program Studi Teknik Industri, Universitas Bung Hatta. Tidak
berhenti di sana, penulis menempuh pendidikan Magister (S2) di
Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, Profesi
Insinyur (Ir.) di Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim
Indonesia, dan saat ini sedang mengejar gelar Doktoral (S3) di
Occupational Safety and Health Department, Universiti Malaysia
Pahang Al-Sultan Abdullah. Sejak November 2009, penulis telah
mengabdikan dirinya sebagai dosen di Program Studi Teknik
Industri, Universitas Muhammadiyah Riau. Bidang keahlian yang
digelutinya, yaitu Ergonomi Industri, menjadi fokus utama dalam
pengajaran dan penelitiannya. Dengan motto hidup, “Jika orang bisa,
kamu pasti bisa. Jika orang maju, kamu bisa lebih maju, selalu
bersemangat, berpikir positif, dan bermanfaat bagi orang banyak,”
penulis terus berupaya memberikan kontribusi terbaiknya bagi
67
dunia pendidikan dan masyarakat. Di tengah kesibukannya sebagai
akademisi, penulis juga menjalani peran sebagai seorang istri dan
ibu. Ia menikah pada September 2011 dan dikaruniai dua orang
anak, Nindya Izzatunnisa dan Akbar Alfarizi, yang menjadi sumber
inspirasi dan kebahagiaan dalam hidupnya.
68
BIODATA PENULIS
Nurul Ilmi, S.T., M.T
Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif
Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar
Penulis lahir di Kendari, 30 April 1995 Sulawesi Tenggara.
Penulis adalah dosen tetap pada Jurusan Pendidikan Teknik
Otomotif, Universitas Negeri Makassar. Menyelesaikan pendidikan
S1 pada Jurusan Teknik Industri di Universitas Islam Sultan Agung,
Semarang kemudian melanjutkan S2 di Institut Teknologi Sepuluh
Nopember, Surabaya (ITS) dengan jurusan yang sama, yaitu Teknik
Industri pada konsentrasi Ergonomi. Sebelum menjadi dosen ASN di
Universitas Negeri Makassar, penulis memulai karir menjadi dosen
tetap di Institut Teknologi Batam, Kepulauan Riau. Penulis cukup
aktif menulis dengan melakukan penelitian dan publikasi ilmiah.
69
BIODATA PENULIS
Fitriana Dina Rizkina, S.T.P., M.Sc.
Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Fakultas PertanianUniversitas Muhammadiyah Jember
Penulis lahir di Jember tanggal 7 Maret 1994. Penulis adalah
dosen tetap pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember.
Menyelesaikan pendidikan S1 pada Program Studi Teknologi
Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan melanjutkan S2
pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas
Gadjah Mada. Penulis menekuni bidang Manajemen Industri
Pertanian (Agroindustri).



