BUSTAMI, MUHAMMAD ALFITRAH (2025) Isolasi Alfa Selulosa dari Kulit Singkong dengan Metode Delignifikasi-Bleaching. Undergraduate thesis, UPN "Veteran" Jawa Timur.
|
Text (COVER)
19031010145.-cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
19031010145.-bab1.pdf Download (261kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
19031010145.-bab2.pdf Restricted to Repository staff only until 29 May 2028. Download (321kB) |
||
|
Text (BAB 3)
19031010145.-bab3.pdf Restricted to Repository staff only until 29 May 2028. Download (376kB) |
||
|
Text (BAB 4)
19031010145.-bab4.pdf Restricted to Repository staff only until 29 May 2028. Download (586kB) |
||
|
Text (BAB 5)
19031010145.-bab5.pdf Download (236kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
19031010145.-daftarpustaka.pdf Download (264kB) | Preview |
|
|
Text (APPENDIX)
19031010145.-appendix.pdf Restricted to Repository staff only until 29 May 2028. Download (275kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
19031010145.-lampiran.pdf Restricted to Repository staff only until 29 May 2028. Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan industri maupun pertanian di Indonesia meningkat seiring berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan tersebut mengakibatkan limbah produksi yang dihasilkan juga ikut meningkat, seperti limbah kulit singkong. Penggunaan singkong di Indonesia dapat mencapai 18,9 juta ton per tahun, dimana limbah kulit dalam yang berwarna putih dapat mencapai 1,5-2,8 juta ton dan limbah kulit luar yang berwarna coklat mencapai 0,04-0,09 juta ton. Beberapa masyarakat Indonesia hanya memanfaatkan kulit singkong sebagai pakan ternak, sedangkan kulit singkong memiliki kandungan selulosa sebesar 55,72%, dimana selulosa tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti karboksimetil selulosa (CMC), nanoselulosa, dan selulosa asetat yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh ɑ-selulosa dari kulit singkong dengan proses delignifikasi-bleaching dan mencari kondisi terbaik berdasarkan variasi konsentrasi zat bleaching (H2O2) dan suhu bleaching. Penelitian ini dilakukan dengan cara hidrolisis, delignifikasi, dan bleaching. Pada proses hidrolisis ditambahkan katalis HCl 3%, kemudian proses delignifikasi dilakukan dengan NaOH 15%, selanjutnya proses bleaching dilakukan menggunakan H2O2 dengan konsentrasi 1%; 2%; 3%; 4%; dan 5% pada variasi suhu 40℃; 60℃; 80℃; dan 100℃. Analisa kadar α-selulosa dilakukan secara kuantitif menggunakan metode titrimetri sesuai SNI 8400:2017 dan analisa FT-IR sebagai uji kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kadar α-selulosa terbaik diperoleh pada kondisi suhu bleaching 80℃ dengan konsentrasi zat bleaching (H2O2) 3% v/v yaitu sebesar 80,47%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering |
||||||||
| Divisions: | Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Alfitrah Bustami | ||||||||
| Date Deposited: | 29 May 2026 08:56 | ||||||||
| Last Modified: | 29 May 2026 08:56 | ||||||||
| URI: | https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/53172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
