Forecasting Expected Credit Loss (ECL) Berbasis Vector Autoregressive atau Vector Error Correction Model (VAR/VECM): Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia

Meylawati, Adelia Putri (2026) Forecasting Expected Credit Loss (ECL) Berbasis Vector Autoregressive atau Vector Error Correction Model (VAR/VECM): Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img]
Preview
Text (Cover)
22013010030.-cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
22013010030.-bab1.pdf

Download (186kB) | Preview
[img] Text (Bab 2)
22013010030.-bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2029.

Download (296kB)
[img] Text (Bab 3)
22013010030.-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2029.

Download (368kB)
[img] Text (Bab 4)
22013010030.-bab4.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2029.

Download (976kB)
[img]
Preview
Text (Bab 5)
22013010030.-bab5.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
22013010030.-daftarpustaka.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
22013010030.-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2029.

Download (321kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan nilai Expected Credit Loss (ECL) untuk 20 kuartal mendatang (2026Q1-2030Q4) pada perusahaan perbankan di Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai tingkat akurasi metode VAR/VECM dalam meramalkan nilai Expected Credit Loss (ECL) di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif prediktif dengan bantuan perangkat lunak STATA 17. Diperoleh 320 data penelitian dari lima perusahaan perbankan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan kuartalan periode 2010 hingga 2025 yang diakses melalui website Bursa Efek Indonesia (BEI) atau website resmi masing-masing perusahaan, serta data makroekonomi yang diakses melalui website Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren ECL masing-masing bank menunjukkan pola fluktuasi yang bervariasi. Bank Mandiri menunjukkan tren ECL yang melonjak cukup tajam di awal periode 2026 dengan jumlah yang cukup tinggi sepanjang periode. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan tren ECL relatif stabil namun pada tingkat yang cukup tinggi. Bank Negara Indonesia (BNI) menunjukkan tren ECL yang tidak terlalu tajam sepanjang periode. Bank CIMB Niaga dan Bank Permata cenderung menunjukkan tren ECL yang lebih stabil dan moderat. Selain itu, metode VECM telah menunjukkan tingkat akurasi yang cukup baik dalam meramalkan nilai ECL di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak perbankan untuk menetapkan cadangan kerugian kredit yang sesuai dengan kondisi ekonomi dan bersifat forward-looking. Kata Kunci: Expected Credit Loss, VECM, IFRS 9, Makroekonomi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorVendy, VickyNIDN0018018805vicky.vendy.ak@upnjatim.ac.id
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Economic and Business > Departement of Accounting
Depositing User: Adelia Putri Meylawati
Date Deposited: 21 May 2026 04:29
Last Modified: 21 May 2026 05:43
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/52032

Actions (login required)

View Item View Item