Penggunaan Karbon Aktif Kulit Pisang Dan Kulit Singkong Dalam Menurunkan Kontaminan Besi (Fe),Tss, Bod Dan Cod Di Air Sungai Porong Sidoarjo

Rahmantio, Muhammad Alvando (2025) Penggunaan Karbon Aktif Kulit Pisang Dan Kulit Singkong Dalam Menurunkan Kontaminan Besi (Fe),Tss, Bod Dan Cod Di Air Sungai Porong Sidoarjo. Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur.

[img] Text (Cover)
Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (209kB)
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2029.

Download (352kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2029.

Download (662kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2029.

Download (910kB)
[img] Text (BAB)
Bab 5.pdf

Download (161kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf

Download (201kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until February 2029.

Download (3MB)

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas karbon aktif yang dihasilkan dari kulit pisang dan kulit singkong dalam mengurangi kontaminan logam berat (besi/Fe), Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygend Demand (BOD), dan Chemical Oxygend Demand(COD) pada air Sungai Porong, Sidoarjo. Karbon aktif dihasilkan melalui proses karbonisasi dan aktivasi kimia menggunakan larutan H₃PO₄ 15% sebagai aktivator. Pengujian dilakukan pada variasi tinggi kolom 20 cm, 40 cm, 60 cm, dan 80 cm, dengan waktu sampling yang bervariasi antara 30 hingga 150 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif kulit singkong memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam menurunkan kadar besi dan BOD dibandingkan karbon aktif kulit pisang, dengan maksimum Penyisihan mencapai 83,13% untuk besi dan 90,50% untuk BOD. Sementara itu, kedua jenis karbon aktif menunjukkan kinerja yang signifikan dalam mengurangi TSS dan COD, dengan skor terbaik masing-masing pada 72,22% dan 69,23% untuk kulit pisang, serta 90,48% dan 97,81% untuk kulit singkong. Model isotherm Freundlich dan Langmuir digunakan untuk menganalisis data adsorpsi, menunjukkan bahwa kedua karbon aktif bekerja secara efektif, dengan kulit singkong lebih sesuai dengan model Freundlich dan kulit pisang pada model Langmuir. Penelitian ini menegaskan potensi penggunaan limbah organik sebagai sumber karbon aktif yang berkelanjutan untuk remediasi pencemaran air, menawarkan solusi ramah lingkungan dalam pengolahan air limbah

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJawwad, Muhammad Abdus SalamNIDN0027079403UNSPECIFIED
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering
Depositing User: Muhammad Alvando Rahmantio
Date Deposited: 24 Feb 2026 06:53
Last Modified: 24 Feb 2026 07:57
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/49549

Actions (login required)

View Item View Item