Rancang Sistem GreenMetric Berbasis LCIA ReCiPe 2016 untuk Evaluasi Lingkungan Tenant PT SIER

Kalis, Ahmad Ilham Ramadhan Rancang Sistem GreenMetric Berbasis LCIA ReCiPe 2016 untuk Evaluasi Lingkungan Tenant PT SIER. Project Report (Praktek Kerja Lapang dan Magang). ENVIRONMENTAL ENGINEERING JOURNAL ITATS, Surabaya, Indonesia.

[img] Text (Cover)
22034010059-cover.pdf

Download (826kB)
[img] Text (Bab 1)
22034010059-bab1 .pdf

Download (186kB)
[img] Text (Bab 2)
22034010059-bab2.pdf

Download (802kB)
[img] Text (Bab 3)
22034010059-bab3.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 August 2029.

Download (1MB)
[img] Text (Bab 4)
22034010059-bab4.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 August 2029.

Download (203kB)
[img] Text (Bab 5)
22034010059-bab5.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 August 2029.

Download (208kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
22034010059-daftarpustaka.pdf

Download (192kB)
[img] Text (Lampiran)
22034010059-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 August 2029.

Download (6MB)

Abstract

Evaluasi kinerja lingkungan di kawasan industri saat ini umumnya masih terbatas pada pendekatan berbasis kepatuhan (compliance-based) yang belum mampu merepresentasikan dampak lingkungan secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem evaluasi "GreenMetric" berbasis Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengukur beban lingkungan Tenant Y di kawasan industri PT SIER. Metodologi yang diterapkan adalah analisis inventori gate-to-gate sesuai standar ISO 14040 menggunakan data RKL-RPL Rinci (Semester I 2023 – Semester I 2025) dengan metode LCIA ReCiPe 2016 perspektif Hierarchist. Hasil penelitian mengidentifikasi sektor energi fosil sebagai environmental hotspot utama yang mendominasi lebih dari 90% beban Global Warming Potential (GWP). Lonjakan dampak ekstrem tercatat pada Semester II 2024 dengan nilai GWP mencapai 26,16 juta kg CO2-eq akibat tingginya konsumsi batubara. Namun, ditemukan anomali berupa penurunan drastis Acidification Potential (AP) menjadi 3.274,42 kg SO2-eq pada periode yang sama, mengindikasikan adanya efisiensi pengendalian emisi sulfur atau penggunaan batubara rendah sulfur. Secara spesifik, setiap 1 kg produk menghasilkan jejak karbon rata-rata 0,067 kg CO2-eq hingga 0,243 kg CO2-eq. Simulasi skenario substitusi energi menunjukkan bahwa penerapan PLTS Atap sebesar 25% mampu mereduksi emisi hingga 802.597,84 kg CO2-eq per bulan, yang merekomendasikan transisi energi terbarukan sebagai strategi dekarbonisasi paling efektif.

Item Type: Monograph (Project Report (Praktek Kerja Lapang dan Magang))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHendrasarie, NovirinaNIDN0726116801novirina@upnjatim.ac.id
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Environmental Engineering
Depositing User: Ahmad Ilham Ramadhan Kalis
Date Deposited: 01 Sep 2026 07:15
Last Modified: 01 Sep 2026 07:15
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/48978

Actions (login required)

View Item View Item