Sintesis Carboxymethyl Cellulose (CMC) dari Kulit Pisang Ambon Hijau (Musa Paradisiaca Var. Sapientum)

SAFITRI, DINDA AYU WIDIA (2025) Sintesis Carboxymethyl Cellulose (CMC) dari Kulit Pisang Ambon Hijau (Musa Paradisiaca Var. Sapientum). Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img] Text (COVER)
20031010165_DINDA AYU WIDIA SAFITRI_LAPORA PENELITIAN.pdf

Download (6MB)
[img] Text (BAB 1)
20031010165 - BAB I.pdf

Download (431kB)
[img] Text (BAB 2)
20031010165 - BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 March 2027.

Download (447kB)
[img] Text (BAB 3)
20031010165 - BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 March 2027.

Download (403kB)
[img] Text (BAB 4)
20031010165 - BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 March 2027.

Download (479kB)
[img] Text (BAB 5)
20031010165 - BAB V.pdf

Download (231kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
20031010165 - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (247kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
20031010165 - LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 March 2027.

Download (771kB)

Abstract

Carboxymethyl Cellulose (CMC) adalah turunan selulosa yang larut dalam air dengan sifat hidrofilik, viskoelastis, dan dapat digunakan sebagai penstabil, pengental, serta agen pembentuk gel dalam berbagai aplikasi industri, seperti pangan, farmasi, dan tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis CMC dari kulit pisang ambon hijau (Musa paradisiaca var. sapientum) dengan berbagai variasi kondisi alkalisasi guna mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisikokimia produk yang dihasilkan. Proses produksi CMC meliputi tahap preparasi kulit buah, delignifikasi, bleaching, alkalisasi, karboksimetilasi, dan penetralan. Variabel yang dikaji mencakup konsentrasi NaOH (25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%) serta waktu reaksi alkalisasi (30, 50, 70, 90, dan 110 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH CMC berada dalam rentang 6,80 8,10, dengan nilai tertinggi pada kondisi NaOH 40% selama 90 menit. Kadar NaCl dalam CMC bervariasi antara 6,12% 8,45%, di mana kadar terendah diperoleh pada NaOH 40% selama 70 menit. Kemurnian CMC berkisar antara 73,21%-89,45%, dengan nilai tertinggi pada NaOH 40% selama 90 menit. Derajat substitusi (DS) diperoleh dalam kisaran 0,58 0,85, dengan nilai optimal pada NaOH 40% selama 90 menit. Secara keseluruhan, variasi parameter alkalisasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas CMC yang dihasilkan, terutama dalam aspek pH, kemurnian, kadar NaCl, dan derajat substitusi. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting dalam optimasi produksi CMC berbasis limbah perkebunan untuk aplikasi industri yang lebih luas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorWahyusi, Kindriari NurmaNIP19600228b198803 2 001kindriarinurma@gmail.com
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering
Depositing User: Dinda Ayu Widia Safitri
Date Deposited: 18 Mar 2025 08:04
Last Modified: 18 Mar 2025 08:04
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/35759

Actions (login required)

View Item View Item