Teori Sinyal Dalam Anomali Window Dressing 2022 Dan Penurunan Risiko Kredit Macet Pada Subsektor Perbankan: Studi Kasus Isu Resesi 2023

Rochman, Isnin Yulia Alfiani (2023) Teori Sinyal Dalam Anomali Window Dressing 2022 Dan Penurunan Risiko Kredit Macet Pada Subsektor Perbankan: Studi Kasus Isu Resesi 2023. Akuntansi: Jurnal Riset Ilmu Akuntansi, 2 (3). pp. 109-122. ISSN 2961-788X

[img]
Preview
Text
190130101018_Artikel.pdf

Download (631kB) | Preview

Abstract

This study aimed to test signalling theory in the phenomenon of window dressing anomaly, risk reduction of bad loans, and the 2023 recession issue. Macroeconomic variables were used as independent variables which were reflected by GDP, inflation, and BI interest rates; banking sub-sector share prices as the dependent variable; and the ratio of Non-Performing Loans as a mediating variable. The population in this study were banking sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2022. The research sample consisted of 12 companies obtained using a purposive sampling technique. Data analysis techniques and hypothesis testing using path analysis with the help of SPSS 25. The results of the study showed that the signal theory was not proven to always be appropriate in terms of stock price fluctuations and its relation to the phenomenon of the 2023 recession issue, as evidenced by the absence of a significant relationship between the independent and dependent variables. The implication of this research is for long-term investors to not to rush into making investment decisions due to concerns over issues that are currently being discussed, the truth of which cannot be ascertained. Keywords: Recession, signalling theory, window dressing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori sinyal dalam fenomena anomali window dressing, penurunan risiko kredit macet, dan isu resesi tahun 2023. Variabel makroekonomi digunakan sebagai variabel independen yang dicerminkan oleh PDB, inflasi, dan suku bunga BI; harga saham subsektor perbankan sebagai variabel dependen; dan rasio kredit bermasalah sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Sampel penelitian terdiri dari 12 perusahaan yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori sinyal tidak terbukti selalu sesuai dalam kaitannya dengan fluktuasi harga saham dan kaitannya dengan fenomena isu resesi 2023, terbukti dengan tidak adanya hubungan yang signifikan antara variabel independen dan dependen. Implikasi dari penelitian ini adalah agar investor jangka panjang tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi karena kekhawatiran terhadap isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Kata kunci: Resesi, teori sinyal, window dressing.

Item Type: Article
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAndayani, SariNIDNsariandayani.ak@upnjatim.ac.id
Subjects: H Social Sciences > HC Economics
H Social Sciences > HG Finance > HG1501-3550 Banking
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation
Divisions: Faculty of Economic and Business > Departement of Accounting
Depositing User: Ms. Isnin Yulia Alfiani R
Date Deposited: 04 Jul 2026 21:42
Last Modified: 04 Jul 2026 21:42
URI: https://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/16432

Actions (login required)

View Item View Item