PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN MASSA SACCHAROMYCES CEREVISIAE TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES)

Wahyudi, Dwi Darmawan (2022) PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN MASSA SACCHAROMYCES CEREVISIAE TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES). Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

[img]
Preview
Text (Cover)
18031010079_COVER.pdf

Download (12MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
18031010079_BAB 1.pdf

Download (92kB) | Preview
[img] Text (Bab 2)
18031010079_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only until 17 September 2025.

Download (197kB)
[img] Text (Bab 3)
18031010079_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only until 17 September 2025.

Download (167kB)
[img] Text (Bab 4)
18031010079_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only until 17 September 2025.

Download (193kB)
[img]
Preview
Text (Bab 5)
18031010079_BAB 5.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
18031010079_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (83kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
18031010079_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only until 17 September 2025.

Download (563kB)

Abstract

Indonesia mempunyai iklim yang mendukung untuk tumbuhnya eceng gondok, maka ketersediaan eceng gondok dapat secara kontinyu melimpah. Eceng gondok merupakan salah satu tanaman yang kurang dimanfaatkan. Eceng gondok memiliki kandungan selulosa sebesar 64,51% dan lignin sebesar 7,69%. Kandungan selulosa yang terdapat didalam eceng gondok ini lah yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioethanol. Terdapat tiga proses yang dilakukan untuk membuat bioethanol yaitu delignifikasi, hidrolisis, dan fermentasi. Proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 10 % yang bertujuan untuk menghilangkan kadar lignin. Hasil dari proses delignifikasi dilakukan proses hidrolisis yang menggunakan larutan H₂SO₄ 5% dengan tujuan untuk mengubah selulosa menjadi glukosa. Selanjutnya dilakukan proses fermentasi dengan berbagai variabel waktu fermentasi yaitu : 3, 5, 7, 9, dan 11 hari serta massa ragi (Saccharomyces Cerevisiae) : 3, 4, 5, 6, dan 7 gram yang disertai dengan penambahan pupuk NPK dan Urea sebagai nutrient dalam proses fermentasi. Hasil terbaik setelah diuji menggunakan alat Gas Chromatography (GC) didapatkan pada kondisi fermentasi selama 7 hari dan massa ragi sebesar 6 gram dengan penambahan pupuk NPK dan Urea, didapatkan hasil kadar etanol sebesar 0,528 %. Lama fermentasi sangat mempengaruhi perombakan glukosa menjadi etanol, karena mikroba memiliki fase pertumbuhan yang terkait dengan interval waktu yang dibutuhkan mikroba untuk merombak substrat menjadi produk. Semakin besar massa Saccharomyces Cerevisiae yang digunakan untuk fermentasi, aktifitas dan pertumbuhan mikroba akan mengalami peningkatan yang optimal atau mikroba mengalami fase eksponensial dimana mikroba bertumbuh secara cepat dengan begitu akan menghasilkan kadar etanol yang besar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorWidodo, Laurentius UripNIDN9907006723UNSPECIFIED
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering
Depositing User: DWI DARMAWAN WAHYUDI
Date Deposited: 19 Sep 2022 02:10
Last Modified: 19 Sep 2022 02:10
URI: http://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/9167

Actions (login required)

View Item View Item